Polda Sulsel Berhasil Gagalkan 19.253 Benih Lobster Senilai Miliaran Rupiah Tujuan Singapura

Tribratanews.polri.go.id. – Makassar. Sebanyak 19.253 ekor benih lobster senilai miliaran rupiah yang akan dikirim ke Singapura berhasil digagalkan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

 

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Hamidin mengatakan, penyelundupan ribuan ekor benih lobster berhasil digagalkan setelah adanya informasi dari petugas AVSEC yang mencurigai sebuah koper asal Bima, Nusa Tenggara Barat dengan tujuan Singapura.

 

Petugas AVSEC langsung berkoordinasi dengan Polda Sulsel dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) yang bertugas di check-in bandara untuk melakukan pemeriksaan terhadap koper itu. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada benih lobster. 

 

“Dalam koper itu kita temukan 19.253 ekor benih lobster, satu benih itu harganya Rp150 ribu. Kalau ditotal yang mereka hasilkan dari pekerjaan ilegal ini Rp3,5 miliar,” jelas Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Hamidin, Selasa (10/9). 

 

Sebanyak 19.253 ekor bibit lobster tersebut dibungkus menjadi 23 bagian kemudian dimasukkan ke dalam koper yang sudah disiapkan udara atau tabung gas supaya benih lobster tersebut tidak mati sampai di Singapura. 

 

Untuk mengelabui petugas, para pelaku mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mie instan dan sandal jepit di dalam satu buah koper bagasi. 

“Ada dua jenis benih lobster yang akan diselundupkan oleh pelaku, lobster mutiara  13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor,” jelas Kapolda. 

 

Dalam kasus ini ada lima orang yang terlibat, namun baru tiga pelaku yang berhasil diamankan, termasuk pelaku utamanya atau pemilik dari usaha ilegal tersebut. Tiga pelaku yakni pemilik koper berinisial S, warga Pinrang yang tercatat tinggal di BTN Cipta Mandai, Kabupaten Maros, pria berinisial ST selaku tukang packing dan  pemilik baby lobster inisial RM.

 

“Sehari setelah penggagalan di Bandara, baru kita tangkap pemilik benih lobster, nah dari hasil interogasi ternyata si RM ini sudah pernah menjalani hukuman empat bulan dalam kasus yang sama penyelundupan benih lobster,” ungkap Kapolda. 

 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 UU RI no.31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU RI no.45 tahun 2009, tentang perikanan Jo pasal 31 ayat 1 UU RI No.16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

“Untuk tindak pidana perikanan, mereka diancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar, sedangkan untuk karantina hewan, ikan dan tumbuhan, diancam hukuman 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 150 juta,” jelas Kapolda. 

 

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password