Gubernur DKI Jakarta Apresiasi Polri Ringkus Pemalak di Tanah Abang

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap, penangkapan para pemalak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, menimbulkan efek jera. Dengan demikian, aksi-aksi pemalakan tidak akan terulang lagi.

“Harapannya, dengan sikap kepolisian yang tegas, responsif, itu akan memberikan effect deterrent (jera) sehingga pemerasan-pemerasan, pelanggaran pidana itu tidak berulang,” jelas Gubernur DKI Jakarta itu, Minggu (8/9/2019).

Ia melanjutkan, para pemalak harus diproses hukum karena memalak merupakan tindak pidana. Dia juga mengapresiasi langkah Polri yang bergerak cepat menangkap para pemalak di Tanah Abang.

“Saya mengapresiasi langkah polisi untuk menangkap dan memproses secara hukum karena memang pemerasan-pemerasan bentuk apa pun adalah sebuah pelanggaran pidana dan pidana diproses oleh kepolisian,” jelas dia.

Sebelumnya beredar video para pemuda tengah memalak para pengendara mobil yang hendak melintasi pintu keluar Blok F Pasar Tanah Abang. Sejumlah pemuda tampak memberhentikan mobil-mobil yang hendak keluar. Mereka lalu memaksa sopir memberikan uang. Mereka terus mengikuti mobil yang berusaha keluar dari kerumunan.

Setelah video tersebut viral, 10 pemuda ditangkap oleh polisi. Empat orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti memalak para sopir. Keempat tersanga itu adalah Supriyatna (40), Nurhasan (26), Tasiman (22), dan M Iqbal Agus (21). Sementara enam orang lainya dilakukan pembinaan. Pelaku tindak pemerasan dan pemalakan itu disebut akan menolak bila mereka hanya diberi uang Rp 500 atau Rp 1.000.

“Ketika dikasih Rp 500, mereka minta lebih, mereka minta Rp 2.000. Di sini ada tindak pemerasan,” jelas Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, S.I.K., M.Si., Jumat (6/9/2019).

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password