Polda Sulsel Berhasil Tangkap Pemilik Akun @AgusMatta2, Penyebar Hoaks di Papua

Tribratanews.polri.go.id – Makassar. Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan berhasil meringkus pelaku ujaran kebencian di media sosial yang berinisialc AG yang merupakan karyawan swasta pemilik akun @AgusMatta2, tentang penyebar hoaks di Papua.

Dalam penjelasannya, Wadir Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan, AKBP Parojaham Simanjuntak mengatakan bahwa pelaku AG telah diringkus di rumahnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku merupakan tindak lanjut dari temuan Siber Crime Bareskrim Polri di media sosial yang diduga pemilik akun berada di Kota Makassar, dari hasil Salah satu akun twitter mengomentari (retweet) postingan media internasional di mana dia (pelaku) mengupload foto dan kemudian ada konten kalimat bernuansa SARA.

“Konten bernada SARA tersebut diposting oleh pelaku pada 28 Agustus 2019 lalu. Dia ditangkap pada 2 September 2019 setelah Tim Siber Polda Sulawesi Selatan setelah mendapatkan petunjuk dari Cyber Crime Bareskrim Polri. Pelaku merupakan karyawan swasta di Kota Makassar diketahui keberadaannya setelah pihak kepolisian menyelidiki akun @Agusmatta2. Dalam akunnya tersebut pelaku menulis ada kalimat yang bernuansa SARA, yakni usir semua mahasiswa dan pemuda monyet kembali ke Papua. Kami siap menenggelamkan dan hancurkan,” tambah Wadir Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan.

“Dari penangkapan pelaku tersebut, kami berhasil menyita barang bukti sebuah telepon genggam, tripod berwarna hitam, dan pasword imel akun twitter yang digunakan oleh pelaku untuk membuat konten yang mengandung unsur sara dan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu. Saat ini pelaku berada di sel Mapolda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku hanya ingin menunjukkan rasa patriotisme yang tinggi tapi sebenarnya ini salah,” tutup Wadir Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan saat memberikan penjelasan di Mapolda Sulsel, Kamis (05/09/19).

Akibat perbuatannya tersebut, kini pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE yang ancaman pidananya hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling bnyak satu miliar rupiah.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password