Polda Jatim Resmi Tahan Tri Susanti dan ASN Pemkot Samsul Arifin Terkait Ujaran Kebencian dan Rasisme

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya. Setelah ditetapkannya sebagai tersangka, Tri Susanti alias Mak Susi dan ASN Pemkot Surabaya Samsul Arifin alias SA resmi ditahan di Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dua kasus yang berbeda, terkait insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Tri Susanti dijerat Pasal 45A atau jo pasal 28 ayat 2 tentang Ujaran Kebencian atau menyebarkan berita bohong. Sedangkan, Samsul Arifin dijerat UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan etnis.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H., menjelaskan penahanan terhadap Tri Susanti dan Samsul Arifin berlangsung sejak Selasa (3/9/2019) hari ini.

“Kami pastikan untuk lakukan penahanan. Penahanan pertama untuk 1×24 jam,” jelas Wakapolda Jatim di Lobby Gedung Ditreskrimsus Markas Polda Jatim, Selasa (3/9/2019).

Wakapolda menjelaskan penahanan yang dilakukan terhadap keduanya didasari atas tiga aspek hukum acara pidana.

Pertama, tentunya akan dikhawatirkan untuk mengulangi tindak pidana. Kedua, khawatir adanya upaya menghilangkan barang bukti. Dan ketiga, khawatir adanya upaya menghambat proses penyidikan.

“Alasannya atas penahanan ada tiga dihukum acara pidana,” jelas Wakapolda.

Wakapolda menuturkan, penyidikan atas kasus ini akan terus berlanjut, dan pihaknya akan terus memeriksa saksi-saksi atas insiden ini.

“Bahwa dari hasil keterangan yang dikonfirmasi dari dua tersangka ini juga berhubungan dengan saksi-saksi lain yang dimintai keterangan,” tegas Jenderal Bintang Satu itu.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password