Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Sabu 30,8 Kg dari Malaysia

Tribratanews.polri.go.idBatam. Jajaran dari Direktorat Polairud dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri berhasil menggagalkan 30,83 Kilogram sabu di perairan Out Port Limited (OPL) Batam – Malaysia.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Erlangga menjelaskan berawal dari Direktorat Polairud Polda Kepri yang sedang melakukan patroli perairan di daerah perbatasan untuk mengantisipasi masuknya narkoba di wilayah Kepri pada pada tanggal 23 Agustus lalu. Kemudian, pada Pukul 08.45 WIB didapati 1 unit speed boat di wilayah perairan OPL Batam – Malaysia dan dilakukan pemeriksaan oleh tim patroli.

“Speed ini berlayar dari arah OPL menuju ke Batam, dengan membawa dua orang penumpang. Tim patroli kembali memeriksa ke dalam speed, dan ditemukan bungkusan yang diduga narkoba,” jelas Kombes Pol. Erlangga di Polda Kepri, Senin (26/08/19).

Perwira menengah Polda Kepri mengatakan, bungkusan narkoba tersebut ditemukan di dalam drum oli sebanyak 30 bungkus dan narkotika jenis sabu tersebut dikemas dalam kemasan teh warna kuning merek Guon Jin Wang. Dua orang tersangka ini atas nama Indra Syaril dan Suryanto. Setelah itu, Ditpolairut bersama Ditnarkoba melakukan pengembangan.

“Modus Indra dan Suryanto ini pergi ke Johor, Malaysia menggunakan jalur resmi. Kemudian keesokan harinya menemui Agam Patra (DPO) dan Peter (DPO) di wilayah pantai Sungai Rengit, Malaysia yang sudah mempersiapkan kapal speed boat yang berisi empat kaleng oli yang sudah berisi sabu,” terang Kabid Humas Polda Kepri.

Setelah barang berpindah tangan, Indra dan Suryanto pergi menggunakan speed yang sudah disiapkan menuju ke salah satu kapal tanker. Ia mengkamuflasekan diri seolah-olah teknisi kapal yang biasa diantar jemput dengan speed boat.

“Jadi kapal tanker itu untuk kamuflase, biar seolah-olah dia teknisi di kapal itu. Padahal kapal tanker itu hanya untuk kamuflase, dia transaksi di perbatasan menggunakan speed,” tegas Kombes Pol. Erlangga.

Untuk keempat tersangka ini dikenakan pasal 114 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password