Bareskrim Polri Berhasil Tangkap Bos Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil menangkap bos sindikat penipuan online dengan inisial NA yang ditangkap di Malaysia, setelah Polisi kerjasama dengan KBRI Untuk Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Selasa (20/08/19).

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan pelaku NA telah menggasak uang sebesar Rp 100 miliar dengan modus Business Email Compromise (BEC).

“Pelaku berperan memberikan perintah membuat perusahaan beserta rekening perusahaan untuk menampung aliran dana hasil kejahatan dari luar negeri,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/8).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil kerja sama antara tim KBRI di Malaysia, Imigrasi Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan memberikan bantuan pengamanan dan proses administrasi pemulangan tersangka ke Indonesia.

Kombes Pol. Rickynaldo mengatakan bahwa peran tersangka sebagai master minds atau dalang yang memberi perintah kepada tersangka lainnya untuk membuat perusahaan beserta rekening perusahaan untuk menampung aliran dana hasil kejahatan dari luar negeri.

“Kemudian memerintahkan tersangka lainnya untuk menukarkan uang hasil kejahatan tersebut ke dalam bentuk mata uang asing di beberapa money changer,” ujarnya.

“Kemudian setelah dikumpulkan, uang tersebut diserahkan secara keseluruhan hasil penukaran valas kepada WNA Nigeria dengan inisial AEM dan beberapa sindikat lainnya,” ucap Kombes. Pol. Rickynaldo.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini tim penyidik sedang mengembangkan kasus yang berskala Internasional dengan bekerja sama dengan FBI, Interpol dan Europol yang memang fokus terhadap kejahatan internasional sindikat Nigerian Scam/ Business Email Compromise di seluruh negara.

Adapun beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dalam penangkapan ini, yakni satu buah KTP, satu buah NPWP, satu buah buku paspor dan satu buah kwitansi Louis Vutton.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 46 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) Jo. Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password