Kapolda Jambi Ultimatum Pelaku Pengeboran Minyak Illegal Agar Tinggalkan Lokasi

Tribratanews.polri.go.id – Jambi. Kapolda Jambi, Irjen. Pol. Drs. Muchlis A.S., M.H., memberikan ultimatum kepada pelaku pengeboran minyak tanpa izin (Illegal Drilling) di Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Sarolangun, agar menghentikan aktivitasnya sebelum tim terpadu melakukan tindakan penertiban serta meninggalkan lokasi penambangan sesuai waktu yang sudah ditentukan.

 

”Tim terpadu akan memberikan batas waktu bagi mereka untuk segera meninggalkan lokasi dan menutup aktivitas pengeboran minyak ilegal, dan apabila batas waktu yang diberikan belum menghentikan aktivitas maka pihaknya akan memberikan tindakan hukum tanpa tebang pilih,” tegas Kapolda Jambi, Senin (19/08/19).

 

Tim penyelidikan dan penyidikan akan memberikan tindakan hukum apabila sampai batas waktu yang diberikan, para pelaku pengeboran minyak ilegal masih tidak mengindahkan, maka akan diberikan sanksi tegas oleh tim terpadu yang terdiri atas Pertamina, ESDM, pemerintah daerah, dan Forkompimda.

 

” Saat ini masuk musim kemarau tentunya ‘illegal drilling’ sangat membahayakan masyarakat dan kerusakan alam. Jadi ini harus dihentikan dan diharapkan imbauan yang terakhir dan dapat dilaksanakan oleh pelaku ‘illegal drilling’ di Jambi,” terang Kapolda.

 

Sebelumnya, Sabtu (17/08/19) lalu, Polisi berhasil menangkap sejumlah pelaku illegal drilling di kawasan Nes Kabupaten Muarojambi yang diamankan saat melakukan pengolahan minyak mentah hasil ‘illegal drilling’, dengan barang bukti delapan ton minyak mentah dalam 40 drum. Dan juga disita dua tungku pengolahan minyak ilegal dan barang bukti lainnya.

 

Selain itu, kepolisian juga mengamankan enam orang tersangka yakni E (43) warga Sabak, N (33) warga Bajubang, S (40) warga Jawa Barat, HS (25) warga Kabupaten Padang Lawas, W (33) warga Paal Merah, Jambi, dan AK (21) warga Muarojambi.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password