Polda Kaltim Berhasil Ungkap Dua Kasus Tambang Batubara Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Balikpapan. Kepolisian Daerah Kalimantan Timur berhasil mengungkap dua kasus pertambangan ilegal di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana dan di Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dari dua kasus tersebut, Polda Kaltim berhasil mengamankan tiga tersangka yakni SR, MS, FF serta mengamankan barang bukti berupa satu unit tongkang BG Kalindo dan Batubara satu Tongkang yang berisi sebanyak 7.000 MT dan satu unit Tugboat TB 5 Star, satu Unit Tongkang Lius Mahakam dan Batubara Sebanyak satu Tongkang berisikan 5.000 MT.

Dalam penjelsanannya, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna mengatakan bahwa untuk kasus tambang illegal pertama telah dilakukan penyelidikan oleh Subdit IV Tipidter Polda Kaltim di lokasi Jetty CV. Arjuna yang terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kukar. Di lokasi tersebut berhasil ditemukan Batubara Milik PT. Raihmadan Putra Berjaya ke dalam tongkang Kalindo sebanyak 7.000 MT dengan Dokumen Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) dan Surat Keterangan Pengangkutan Barang (SKPB) yang diterbitkan oleh PT. Belayan International Coal.

“Jadi kasusnya ini, mereka melakukan perbuatan ilegal pertambangan, artinya secara garis besar melaksanakan kegiatan pertambangan di luar kordinat. Jadi, dokumennya itu ada, tapi barang yang mereka bawa itu tidak sesuai dokumen yang ada. Batubara milik PT. Raihmadan Putra Berjaya tersebut berasal dari Stockroom Bitek yang berada di Wilayah Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara dan diduga batubara tersebut bukan berasal dari hasil produksi PT. Belayan International Coal. Karena WIUP OP PT. Belayan International Coal berada di wilayah Desa Perangat Baru Kecamatan Marang Kayu dan Desa Sello Cela Kecamatan Muara Badak dengan luas 1.700 Hektar,” tambah Kabid Humas Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryatna menjelaskan, untuk kasus tambang ilegal yang kedua ini, tersangka melakukan Kegiatan Operasi Produksi Pertambangan Minerba tanpa Izin Usaha Pertambangan Minerba di dalam area bekas Wilayah Izin Usaha Pertambangan Minerba yang telah Habis Masa Berlakunya. Untuk mempermudah mencari dan menggali batubara mereka harus melalui Proses Perizinan dan Teknis Ekplorasi guna mengetahui potensi batubara yang ada,” tutup Kabid Humas Polda Kaltim saat memeberikan penjelasan di Mapolda Kaltim, Rabu(14/08/19)

Akibat perbuatannya saat ini ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 161 dan Pasal 163 ayat (1), (2) UU No 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan Batubara dan atau Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password