Peringati HUT RI Ke – 74, Divhumas Polri Gelar FGD Ancaman Bahaya Narkoba dan Kebijakan Hukum

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Divisi Humas Polri melalui Biro Penmas, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka : Ancaman Bahaya Narkoba dan Kebijakan Hukum”, di Ballroom Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/19).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., dan dihadiri narasumber yakni Kepala BNN 2012-2015 Komjen Pol (Purn.) Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H., Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Drs. Eko Daniyanto, M.M., Pendiri Granat H. KRH. Henry Yosodiningrat, S.H., dan Musisi Peduli Narkoba Oppie Andaresta.

Polri menyebut Wilayah pantai Sumatera jadi titik rawan penyeludupan narkoba dari luar negeri dan biasanya narkoba diselundupkan ke Wilayah jalur itu dari Johor, Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto dalam seminar ‘Ancaman Bahaya Narkoba dan Kebijakan Hukum’ menyampaikan bahwa “Mapping tahun 2018, sekarang tahun 2019, yang sangat rawan adalah di pantai pesisir Pulau Sumatera. Dari mulai Banda Aceh, Medan, kemudian Pekanbaru. Pekanbaru daerah transit masuk melalui Bengkalis dari Johor, kemudian turun ke Batam,” jelasnya di Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/19).

Karo Penmas menyebut Polri terus berkoordinasi dengan aparat di Malaysia dan Vietnam untuk mencegah masuknya narkoba ke Indonesia. “Indonesia, Malaysia, Vietnam, segitiga itu harus dikoordinasikan dengan baik sehingga peredaran narkoba ke Indonesia bisa dicegah dari awal,” jelas Karo Penmas.

Jenderal Bintang Satu tersebut menambahkan, selain penyelundupan lewat jalur laut, peredaran narkoba jaringan internasional mulai mengandalkan dunia maya. Meski begitu, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut angka kasus penyeludupan narkoba terus menurun.

“Bagaimanapun ancaman narkoba tetap masih ada. Walaupun kami melakukan tindakan secara masif, tetap masih ada meskipun dari tahun ke tahun mengalami penurunan secara signifikan dan tentunya berkoordinasi dengan siber karena order-order juga sekarang ini sudah menggunakan dunia maya,” tutupnya.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password