Curas di Lombok Tengah : Terduga Perampok Rumah Kepala Dusun Labulia Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id, Praya – Tim Resmob Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil meringkus satu dari delapan kawanan diduga perampok menggunakan sejata api rakitan di rumah kepala dusun (Kadus) Labulia Kecamatan Jonggat Loteng, Selasa (14/08).

Terduga pelaku yang ditangkap tanpa ada perlawanan di rumahnya inisial IG 29 tahun warga Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat Loteng.

Selain mengamankan pelaku, aparat juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu buah unit sepeda motor honda Vario warna biru putih yang diduga hasil curian. Sekarang terhadap pelaku sudah diamankan di Polres Loteng guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku curas tersebut, Hal sesuai dengan laporan resmi nomor 27/IV/2014/NTB/Res Loteng/Sek Jonggat, tanggal 21 april 2014. “ Para pelaku ini sudah lama menjadi incarannya. Sebab dalam melancarkan aksinya mereka menggunakan sajam dan sejata api,” jelasnya, kemarin.

Ia menyatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku ini berdasarkan introgasi salah satu pelaku yang ditangkap dengan kasus lainya sebelumnya. Bahwa pelaku bersama delapan orang rekannya melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di rumah kadus tersebut. Selanjutnya, dari hasil introgasi tersebut tim melakukan pengembangan dan menangkap pelaku inisial IG dirumahnya.

“Pelaku mengakui bahwa melakukan aksi itu. Bahkan dari Rp 160 juta uang yang berhasil mereka rampok. Pelaku mendapatkan jatah sebanyak Rp 10 juta,” jelasnya.

Ia mengaku, kasus perampokan tersebut pada tanggal 21 April 2014, sekitar pukul 03.30 wita. Dimana teman korban telah menjual tanahnya namun yang bersangkutan tidak berani membawa uang hasil penjualan tanah tersebut yang sebanyak Rp. 160 juta. Kemudian uang tersebut dibawa oleh korban.

Selanjutnya korban yang baru pulang menonton pemancingan yang jarak tidak jauh dari rumah korban dan menaruh sepeda motor di dalam rumah anaknya yang masih satu halaman rumah dengan korban, kemudian korban berjalan dihalaman, selang beberapa saat datang datang 4 orang menghapirinya salah satu pelakunya menodongkan benda yang berbentuk senjata api (pistol), dan 3 orang langsung menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka pada bagian kepala, badan,kaki dan tangan korban, kemudianorang pelaku masuk kedalam rumah korban dan salah satu pelaku mencekik leher istri korban sambil menanyakan dimana ditaruh uangnya. Akhirnya pelaku menemukan uang hasil penjualan uang tanah tersebut dan melarikan diri.

“ Pelaku yang dirampok langsung melaporkan hal itu pada kepolisian,” jelasnya.

Sehingga sekarang pelaku masih dalam tahap pengembangan terhadap para pelaku lainnya. Dalam aksinya para pelaku ini memang terbilang sadis, sebab untuk mendaptkan apa yang menjadi targetnya pelaku tidak segan – segan untuk melukai korban.

“ Mereka terbilang kejam dalam melakukan aksinya selama ini. Kami akan tetap memburu pelaku lainnya,” ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku terpaksa mendekam dipenjara dengan ancaman hukuman selama delapan tahun karena melanggar pasal 365 ayat (1),(2) ke 1,2 dan ke 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Curas). “ Saya harapkan ini menjadi pembelajaran bagi warga lainnya tidak melakukan aksi yang memang melanggar aturan. Karena kami dari kepolisian akan tetap memburu mereka sampai tertangkap,” ucapnya.

Ia menegaskan, dalam menjaga keamanan, peran segenap masyarakat untuk saling bahu membahu dan bekerja sama dengan kepolisian sangatlah penting dalam menanggulangi terjadinya aksi kejahatan. “Ini sudah menjadi tugas polisi, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan, khususnya dalam menjaga ketertiban dan keamanan pada masyarakat dengan didukung andil masyarakat,” terangnya. (Ta/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password