Kronologi Herman Antoni, Anak Supir Pick-up Lulus Menjadi Anggota Polri Tanpa Biaya Sepeser pun

Tribratanews.polri.go.id – Serang. Rasa haru dan bangga terpancar dari pasangan Edy S (42) dan Karlin (38). Anak pertamanya yaitu Herman Antoni (20) berhasil diterima menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tanpa biaya sepeser pun.

Karlin bercerita bahwa menjadi anggota polri sudah lama menjadi impian Herman. Orang tua tak pernah melarang keinginan itu, meskipun keduanya memiliki keterbatasan ekonomi.

Edy sendiri sebagai ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap, hanya mengandalkan keahliannya menjadi sopir pick-up. Penghasilannya tak menentu tergantung dari permintaan orang lain untuk mengangkut barang.

Untuk membantu kehidupan keluarga, Karlin bekerja sebagai buruh tani. Sama seperti Edy, sang istri juga tidak memiliki penghasilan tetap.

“Bapak dan saya enggak punya penghasilan tetap,” jelas sang istri itu.

Namun, ia bersama Edy tak pernah berkecil hati, meski hanya bermodal keyakinan keduanya terus memberikan semangat kepada sang anak, agar terus mengejar cita-cita menjadi Anggota Polri.

“Karena anaknya senang kami dukung terus, kami suport terus,” katanya lebih lanjut.

Sang ibu bercerita bahwa beberapa bulan ini, Herman kembali menegaskan keinginannya menjadi Anggota Polri dengan meminta izin ikut seleksi yang akan dibuka.

“Anaknya juga jarang pulang. Jadi meminta izin lewat telepon,” ujarnya.

Awalnya, Herman hanya mencoba-coba. Sang ibu bersama Edy juga tak berharap lebih anaknya bisa lolos.

“Awalnya hanya coba-coba,” katanya.

Akan tetapi nasib berkata lain, impian anaknya yang sudah terpendam akhirnya terwujud. Herman lolos menjadi Anggota Polri dan saat ini sedang pendidikan dan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri TA 2019 angkatan XLIV. Diktuk dilaksanakan di SPN Mandalawangi Polda Banten, Pandeglang.

Kepada Herman, sang ibu menitipkan untuk terus semangat, tidak berhenti belajar dan terus berdoa.

“Jangan patah semangat. Terus berjuang dan terus bedoa,” katanya.

Ditemui di SPN Mandalawangi Herman Antoni menuturkan, keinginnannya menjadi Anggota Polri semata-mata untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Tidak lupa ia pun ingin membuat orang tuanya bangga.

“Saya merasa terharu, seneng, gembira, sedih saat saya tahu saya diterima,” katanya.

Selama mengikuti seleksi, banyak tahapan yang dilalui. Semua tahapan itu dilaluinya dengan penuh semangat dan doa. Tak jarang iapun harus belajar sampai pagi demi memperjuangkan keingannya.

“Pagi saya latihan lari. Alhamdulillah semua proses seleksi berjalan adil. Tidak ada hal yang ganjal. Saya lolos tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya biaya transportasi dan foto copy,” ujarnya.

Kepada masyarakat yang ingin menjadi Anggota Polri, ia mengajak untuk belajar semaksimal mungkin. Jangan percaya jika ada orang yang mengiming-imingi siap membantu hingga lolos tes dengan catatan meminta sejumlah uang.

“Modalnya usaha dan berdoa,” ucapnya.

Pengasuh SPN Mandalawangi Iptu Iwan Setiawan mengatakan, selama menjalani pendidikan siswa akan diberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi dirinya sebagai Anggota Polri.

“Di sini juga ada pendidikan rohani. Siswa harus bershalawat, diajarkan membaca alquran dan diajarkan memandikan jenazah. Ini sebagai modal saat nanti turun ke masyarakat,” jelas Iptu Iwan Setiawan.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password