Polisi Berhasil Amankan Pencuri dan Penadah Alat Pendeteksi Gempa BMKG Palu

Tribratanews.polri.go.id. – Sigi. Tiga orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dan tiga terduga penadah alat pendeteksi gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu yang hilang di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, berhasil diamankan Polisi.

 

“Sebelumnya kita telah tangkap satu pelaku inisial AP dan tiga penadah seperti yang saya sebut beberapa waktu lalu. Pelakunya ada tiga, pertama inisial AP (14) kemudian A (16) dan satu lagi SS (16) yang sempat DPO namun telah kita aman, semua warga Kabupaten Sigi,” jelas Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, S.H., Senin (5/8).

 

Kronologis kejadian tersebut berawal dari laporan dugaan tindak pidana pencurian alat BMKG pada Kamis (18/7), lalu pada Selasa (23/7) tim Polres Sigi menangkap terduga pencurian AP (14). Dari hasil interogasi terhadap AP diperoleh nama tersangka lain SS (16) dan A (16).

Kemudian, Pemerintah Desa Lolu bersama orang tua SS datang ke Polres Sigi untuk menyerahkan S kepada penyidik guna dilakukan proses penyidikan dan selanjutnya dilakukan penahanan. “Selanjutnya, pada hari Rabu (31/7) sekitar pukul 19.00 WITA, tim Tekab Polres Sigi menangkap tersangka A di Huntara Desa Lolu Kecamatan  Sigi Biromaru, Kab. Sigi,” jelas Kapolres.

 

Pencurian alat pendeteksi gempa ini dilakukan para tersangka sebanyak dua kali. Pertama pencurian dilakukan oleh AP dan S dengan mengambil tiga panel dan aksi kedua dilakukan lima hari kemudian oleh AP dan A yang mengambil sisanya, seperti alat sensor, regulator, dengan batrei.

 

Selanjutnya, barang-barang hasil curian tersebut dijual kepada penadah dengan inisial O alias SFN yang membeli satu panel surya dengan satu regulator dengan total harga Rp200 ribu. Kemudian penadah kedua bernama HM membeli dua panel Surya seharga Rp200 ribu, dan penadah ketiga inisial S yang membeli alat sensornya yang mahal hanya Rp30 ribu saja, dan membeli tiga aki dengan harga Rp150 ribu, total Rp450 ribu.

Jadi total penjualan alat ini sebesar Rp880 ribu, yang dibagi oleh para pelaku dan menambahkan kerugian BMKG atas pencurian alat pendeteksi gempa tersebut sebanyak Rp700 juta.

 

Ketiga pelaku dikenai Pasal 363 ayat 1 buter E dan  4e dan 5e KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.  Kemudian untuk ketiga pelaku penadah, ancaman hukuman di atas lima tahun.

 

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi dalam pengungkapan kasus pencurian ini, satu unit Sensor Broadband Merk Nanometics Warna Hijau Silver, tiga buah Baterai merk Haze warna abu-abu, tiga buah solar panel merk BP Solar BP 38O dan satu unit Solar Regulator warna Silver.

 

(fa/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password