Polri Termasuk Tiga Lembaga Paling Dipercaya Publik, Kapolri: Jaga Kepercayaan Masyarakat

Tribatanews.polri.go.id-Manado. Kapolri Jendera Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. meminta jajarannya untuk selalu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara. Hal itu disampaikan saat memimpin Apel di Mapolda Sulawesi Utara, Jumat (2/8/19).

Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian menyampaikan pesan Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat HUT Bhayangkara ke-73 yang dipusatkan di Monas pada 10 Juni. Paling utama adalah tetap berupaya membangun kepercayaan publik. Sebab, di era demokrasi, pemerintah maupun elemen masyarakat dan organisasi, harus mendapatkan legitimasi dan dukungan publik atau rakyat. Tak terkecuali bagi institusi Polri.

“Tolong (dijaga), kepercayaan ini tidak bisa dibangun oleh hanya sekedar para pimpinan tapi juga semua perwira dan semua anggota sampai dengan ke lapangan, terutama yang berhadapan langsung dengan publik, dengan masyarakat,” tegas Kapolri.

Dari hasil survei terakhir, kepercayaan publik terhadap Polri menurutnya sudah cukup membaik. Tahun 2016 lalu, Polri menempati posisi tiga terendah. Namun saat ini, Polri masuk ke dalam tiga lembaga yang paling dipercaya publik bersama-sama dengan TNI dan KPK.

Untuk itu seluruh jajaran harus berupaya mempertahankannya, kalau bisa meningkatkan kepercayaan publik itu.

“Satu anggota berbuat salah 400 ribu lebih anggota lain terkena imbasnya. Satu anggota berbuat baik 400 ribu lebih juga akan dianggap baik,” jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Kapolri juga mengingatkan agar seluruh jajaran menjaga 3 kultur di Korps Bhayangkara. Yakni, mengurangi dan menekan budaya koruptif. Kemudian menekan arogansi kewenangan atau kekuasaan. Terakhir menekan budaya kekerasan yang eksesif atau kekerasan yang berlebihan.

“Tiga hal penting yang terus-menerus kita harus diperbaiki karena masih banyak problema-problema internal yang ada,” tutur mantan Kapolda Papua tersebut.

Tiga hal itu katanya menjadi dinilai syarat untuk meningkatkan kepercayaan publik. Ditambah lagi dengan tiga konsep yang dibuat Kapolri. Yaitu meningkatkan kinerja, merubah kultur dan bagaimana memanage media.

“Karena di era reformasi ini, di zaman informasi ini opini publik sangat dipengaruhi oleh media. Baik media sosial maupun media konvensional seperti radio, surat kabar dan lain-lain,” jelas Guru Besar STIK-PTIK tersebut.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password