Korban Fintech Ilegal, Polri Akan Dalami Kasus YI

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini sedang mendalami laporan wanita berinisial YI yang menjadi korban penagih utang diduga dari perusahaan penyedia jasa pinjaman online (fintech).

YI jadi korban teror karena tak mampu membayar utangnya. Poster yang menyebut dirinya siap ‘digilir’ agar bisa membayar utang senilai Rp 1.054.000, diunggah di aplikasi pesan singkat salah satu grup WhatsApp.

Dalam hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan bahwa kasus tersebut sudah melanggar hukum yang ada di negara Indonesia.

“Itu sedang didalami Direktorat Siber,” kata Karo Penmas Polri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/07/19).

Karo Penmas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan bahwa kasus yang di alami YI adalah salah satu modus fintech untuk menekan konsumen yang belum mampu melunasi hutangnya. Mantan Wakapolda Kalteng juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati agar tak terjerat kasus renterir pinjaman online ilegal seperti yang terjadi di Solo.
Kasus yang di alami YI menjadi Viral di media sosial, YI juga mengalami teror dari sejumlah orang yang di duga dari perusahaan fintech.

Dia yang meminjam uang melalui empat fintech berbeda, tak mampu melunasi utangnya. YI juga tak tahu fintech-fintech itu ilegal

Dalam salah satu teror yang diterima, orang diduga dari salah satu perusahaan fintech membuat poster berisi hoaks bahwa dirinya rela ‘digilir’ demi bisa membayar utangnya.
(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password