Tiga Polisi di Mappi Jadikan Pospol Sebagai Ruang Belajar

Tribratanews.polri.go.idMappi. sudah merupakan hal biasa yang kita dengar jika anggota Kepolisian melakukan pengamanan di suatu wilayah,namun pengabdian anggota Polri menjadi seorang tenaga pendidik di wilayah pedalaman Papua merupakan hal yang luar biasa,hal ini dilakukan oleh tiga anggota Pospol Pasue,distrik Pasue Kabupaten Mappi -Papua.

Kabupaten Mappi yang terletak di wilayah selatan Papua terkenal dengan keindahan kota sejuta rawa, namun sayang, keindahan alam tersebut tidak seindah nasib puluhan anak anak usia dini yang tidak dapat menikmati pendidikan dengan layak.

Kita menyadari sekolah-sekolah di pedalaman Papua yang minim tenaga pendidik tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi pemerintah. Banyak guru yang dipersiapkan dan ditempatkan di pedalaman Papua memilih untuk tidak melanjutkan pengabdiannya dengan berbagai alasan yang tentu bisa kita ketahui alasannya. Akibatnya, kekurangan tenaga guru di hampir seluruh kabupaten di Mappi.

Hadirnya polisi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan salah satu Program “Polisi Pi Ajar di Sekolah” yang dilakukan oleh Polda Papua. Bripka I Gede Mudiarsa Kapospol bersama dua anggotanya Brigpol Weher A.Tuka dan Bripda Alan F.Kuna adalah personil kepolisian Resor Mappi Pospol Pasue polda Papua yang aktif memberikan bimbingan di pinggiran perkampungan Distrik Pasue tepatnya di Cabang tiga Distrik Pasue Mappi.

Ke tiga personil Polri dari Polres Mappi ini harus menyusuri Sungai Obaa dengan menggunakan perahu motor tempel selama kurang lebih 3 jam dari ibu kota Mappi untuk sampai ke tempat tugasnya,menurut Bripka Gede Mudiarsa lulusan SPN singaraja Bali mengungkapkan bahwa ide membuka tempat belajar bagi anak anak usia dini di wilayahnya karena melihat banyak anak usia dini dari umur sekitar 6 hinga 12 tahunn yang mana usia tersebut adalah usia dimana seorang anak harus mengenal pendidikan pertamanya,sekitar kurang lebih 30 hingga 40 anak yang sama sekali tidak bersekolah atau tak tersentuh oleh dunia pendidikan dikarenakan sekolah untuk anak anak disekitarnya untuk menuju kesekolahnya saja memakan cukup waktu dan biaya karena bisa di bilang cukup jauh yaitu di Kotiak ibu kota Distrik Pasue,masyarakat pun mengakui sekolah di wilayah tersebut terdapat Guru penggerak daerah terpencil (GPDT) program Pemerintah Kab.Mappi baru baru ini dan terdapat beberapa fasilitas pendukung belajar namun untuk menuju kesana saja harus menggunakan perahu motor tempel selama satu jam,Sementara orangtua mereka hanya petani sehingga dari segi keuangan pun tidak memungkinkan bagi mereka menggunakan alat transportasi yang lebih cepat seperti speed boat,dari situlah masyarakat atau orang tua enggan menyekolahkan anaknya sehingga anak anak usia dini banyak yang tak mengenyam pendidikan dasar “ungkap Bripka Gede”

dengan berbekal pengetahuan sewaktu menempuh sekolah di SMA ketiga personil Kepolisian tersebut mengambil inisiatif untuk mendirikan sebuah ruang belajar bagi anak anak sekitar tempat mereka bertugas,namun dengan keterbatasan biaya untuk mendirikan sebuah ruang belajar beserta perlengkapan pendukungnya ketiganya tak kehabisan ide dengan memanfaatkan salah satu ruang kosong di Pospol yang mana juga sebagai tempat pelayanan masyarakat hingga tempat tinggal bagi ke tiga personil tersebut,dengan sedikit menyisihkan pendapatannya menyulap ruang itu menjadi tempat dimana anak anak mengenal pendidikan pertamanya,memang yang dilakukan ketiga anggota tersebut adalah hal yang sangat mulia namun dibutuhkan ketabahan serta keteguhan hati untuk mengurangi angka Buta aksara serta memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama kepada generasi penerus bangsa di Kab.Mappi agar dapat mengenal pendidikan.

dengan mengajarkan cara membaca,menulis dan berhitung sesekali ketiganya secara bergantian memberikan sedikit materi tentang wawasan kebangsaan bagi anak anak yang bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara sejak dini dan Selain itu memberikan motivasi untuk dapat meraih masa depan yang cerah serta mengimbau para siswa agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas terutama miras hingga narkoba yang dapat berdampak pada hancurnya masa depan generasi muda,Bripka Gede juga mengaku sebagai Polisi pi ajar merupakan salah satu program Kepolisian untuk menjadikan Polisi sahabat anak sehingga dapat mengubah image buruk yang selama ini berkembang di masyarakat. Sebab Polisi tak harus ditakuti melainkan merupakan sahabat anak yang ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password