IKAL PPSA XXI Apresiasi Kapolda Sumsel Saat Karnaval Kebhinekaan

Tribratanews.polri.go.id – Palembang. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli bersama Forum Kordinasi Pimpinan Di Daerah Sumatera Selatan (Forkopimda Sumsel) menyelenggarakan acara bertajuk ‘Wong Kito Galo Bersatu Merajut Kebhinekaan Membangun Kebersamaan Dalam Keberagaman Guna Bhakti Untuk Negeri Menuju Indonesia Unggul’ di Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (21/7/19).

Dalam acara tersebut Forkompimda bersama 35.000 masyarakat Palembang dan perwakilan kabupaten seluruh Sumsel mendeklarasikan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI. Acara ini menjadikan Sumsel sebagai provinsi pertama di Indonesia yang secara tegas menolak nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila sekaligus menjunjung tinggi toleransi.

Dalam acara tersebut diapresiasi oleh Ikatan Keluarga Alumnus Lemhannas PPSA XXI. “Apa yang diinisiasi oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli dan didukung oleh forkopimda Provinsi Sumsel harus dilihat sebagai cara yang paling bijak dalam mengembalikan kebersamaan dalam keberagaman di Indonesia. Forkopimda memiliki suara bulat dalam mempercepat penyemaian kembali nilai-nilai Pancasila,” jelas perwakilan IKAL PPSA XXI, Mayjen TNI Hipdizah.

Selain Mayjen TNI Hipdizah, perwakilan IKAL PPSA XXI yang hadir adalah Lina, Thomas Jusman, Lili Pintauli Siregar, Deputi Pengkajian Bidang Strategis Lemhannas RI Reni Mayerni, Brigjen TNI Syafrial, dan AM Putut Prabantoro.

Reni Mayerni melihat, karnaval kebhinnekaan yang dihadiri puluhan ribu masyarakat Palembang dan Sumsel itu menjelaskan betapa kayanya budaya Indonesia. Kebersamaan dalam keberagaman ini pun bukan mustahil dapat terwujud dan Indonesia menjadi bangsa yang hebat dengan menciptakan ketahanan nasional melalui budaya. “Kapolda Sumsel telah mengawali apa yang seharusnya dilakukan oleh para pemimpin daerah. Kita memerlukan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, dan hankam melalui pembangunan ketahanan budaya,” jelas Reni.

Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Provinsi Babel, Thomas Jusman berpandangan bahwa Pancasila adalah tiang utama ekonomi suatu daerah. Namun, keberagaman budaya Indonesia juga geliat ekonomi, terutama ekonomi pariwisata. Beliau menyakini bahwa kesejahteraan Indonesia akan tercapai jika kebegaraman budaya Indonesia dikelola dan dipahami dengan benar.  “Pariwisata adalah kegiatan ekonomi yang menawarkan keindahan, kenyamanan, keamanan, keunikan, dan keramahan bagi para tamu yang datang ke daerah tersebut. Sehingga mengelola keberagaman budaya Indonesia sama dengan membangun ekonomi Indonesia terutama pariwisata. Efek domino dari terbangunnnya ekonomi pariwisata sangat banyak,” jelasnya.

Diharapkannya, daerah lain juga bisa mengikuti langkah Sumatera Selatan dalam melestarikan budaya. Mantan Wakil Ketua LPSK, Lili Pintauli Siregar menjelaskan, deklarasi bersama kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI merupakan respon positif terhadap 5 program wujudkan Indonesia Maju yang didasarkan pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Masalah dasar negara, ideologi bangsa, dan falsafah hidup bangsa harus tuntas jika lima program ini akan terwujud. Dengan deklarasi karnaval kebhinnekaan itu, jelasnya, Sumsel rasanya ingin menegaskan sebagai pronvinsi yang paling siap untuk mewujudkan 5 (lima) Program Indonesia Maju.

(Bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password