Presiden Beri Waktu 3 Bulan, Polri Fokus Ungkap 2 Temuan TPF Ini

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan waktu 3 bulan kepada Polri untuk menyelesaikan kasus ini. Waktu yang diberikan itu setengah lebih pendek dari yang direncanakan Polri untuk bekerja selama 6 bulan melalui tim teknis.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan tetap optimis meskipun hanya diberi waktu 3 bulan oleh Presiden. Polri tetap komitmen sejak kasus ini terjadi bahwa akan bekerja profesional dalam menangani perkara.

“Kita tetap optimis sejak awal setelah kejadian 11 April 2017 itu penyelidikan sampai ada masukan dari pemerintah juga, rekomendasi Komnas HAM, kita membuat tim pencari fakta itu, saya kira secara profesional dan independen,” jelas Kabag Penum Divhumas Polri di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat (20/7/19).

Ia menjelaskan, kasus Novel memang bukan kasus mudah. Presiden pun mengakui tersebut. Oleh sebab itu, penyidik menghadapi kendala cukup sulit. Ditambah dengan bukti CCTV di lokasi sekitar kejadian yang kualitasnya rendah.

“Kita itu ada beberapa kendala dalam saksi-saksi di TKP dan sekitarnya. CCTV setelah kita coba sampai ke AFP, Australian Federal Police belum maksimal menemukan bukti-bukti elektronik itu;” jelasnya lebih lanjut.

Oleh karena itu, dalam 3 bulan ke depan, Polri akan fokus pada pendalamaan dua temuan TPF. Yakni terkait fakta ada satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Novel pada 5 April 2017. Dan pada sehari sebelum peristiwa penyiraman ada dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan tempat Novel melaksanakan salat subuh saat penyerangan terjadi.

“Mudah-mudahan dari situ kita bisa mengembangkan ini sampai menemukan saksi-saksi yang sementara itu, kita nyatakan sebagai hal pintu masuk kita untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Nantinya, polri juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mendatangi TKP maupun memeriksa saksi-saksi lain. Penyidik akan mendalami sampai pada ciri-ciri orang tersebut, mulai dari perawakan, logat bicara hingga penampilan.

“Dari situ tentunya kita akan mengungkap ke atas terhadap yang diduga sebagai aktor intelektual,” pungkas Mantan Kapolrestro Bekasi tersebut.

Langkah terdepan yang akan dilakukan polri dalam kasus Novel yaitu akan membentuk tim teknis minggu depan. Prajurit terbaik polri akan diturunkan, dengan dipimpin oleh Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Idham Azis, M.Si.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password