Polda Metro Jaya Keterangan Lulus Sensor Dalam Video “Ikan Asin” Adalah Palsu

Tribaratnews.polri.go.id– Jakarta. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah mendalami kasus video “Ikan Asin”, Penyidik juga sudah menyurati Lembaga Sensor Film karena didapati adanya logo atau tanda telah lulus sensor dalam video Ikan Asin yang diunggah melalui kanal YouTube oleh Rey Utami & Benua.
Dalam hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa bersumber dari pemeriksaan saksi dari Lembaga Sensor Film, terkait adanya distribusi informasi elektronik pada menit 00: 58 dalam video pada akun YouTube “Rey Utami dan Benua” yang berjudul “Galih Ginanjar Seputar Cerita Masa Lalu !” berdurasi 32.06 menit, bahwa hal itu tidak benar alias palsu.
“Saksi yang diperiksa adalah saksi dari Lembaga Sensor Film di Jakarta Selatan sejak 1979 yang saat ini menjabat sebagai tenaga sensor yang bertugas dan tanggung jawab sehari-hari yaitu melakukan pensensoran film,perekaman video,” tutur Mantan Kabid Humas Polda Jatim, di Jakarta, Jumat (20/07/2019).
Menurut Kombes. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si.mengatakan bahwa lembaga sensor film tidak pernah mengeluarkan izin telah lulus sensor pada video yang di-unggah di media sosial YouTube.
“Pablo Putera Benua dan Rayie Utami Alias Rey Utami tidak pernah datang ke lembaga sensor film untuk pengajuan izin sensor konten “Mulut Sampah” YouTube Channel Rey Utami dan Benua,” terangnya.
Berdasarkan keterangan tersangka Pablo Benoa dan Rey Utami memenuhi unsur dugaan melakukan manipulasi, penciptaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. sebagaimana pasal Pasal 35 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password