Polri Berhasil Ungkap Pedagangan Manusia Dengan Modus TKI

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengiriman tenaga kerja migranke Arab Saudi, Mesir, dan Singapura. Setidaknya 1.314 korban tertipu iming-iming pekerjaan layak dan gaji besar.

Dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan dalam penangkapan kali ini memiliki tersangka yang berbeda-beda.

Pertama, kasus perdagangan orang di Arab, dengan dua tersangka yang ditangkap oleh polisi. Yakni, Mamun yang berperan sebagai perekrut calon pekerja migran sejak tahun 2011-2019. Kurang lebih 500 orang telah diberangkatkan olehnya dengan tujuan Asia Pasifik dan Timur Tengah dengan keuntungan kurang lebih Rp40 juta per bulan.

Diketahui, tersangka lainnya adalah Faisal Fahruroji yang berperan sebagai agen atau sponsor. Dia sudah menjalani perannya sejak tahun 2016-2019 yang telah memberangkatkan kurang lebih 100 orang. Keuntungannya adalah Rp60 juta per bulan.

Brigadir Jenderal Polisi Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan salah satu korbannya adalah TWC yang menjadi PRT tak melalui prosedur resmi. TWC, katanya, disiksa oleh majikannya sehingga sekujur badannya luka dan terancam lumpuh.

“Rute yang dilalui adalah Jakarta-Batam-Kuala Lumpur-Arab Saudi,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/07/19).

Kedua, perdagangan orang yang terjadi di Kairo, Mesir. Pelaku berjumlah dua orang, yaitu Een Maemunah dan Ahmad Syaifudin. Een berperan merekrut calon pekerja migran dan telah memberangkatkan 200 orang sejak tahun 2016-2019.

Sementara itu Ahmad berperan sebagai agen yang telah memberangkatkan kurang lebih 500 orang sejak tahun 2016-2019.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password