Dugaan Pemerasan Sertifikasi MUI, Polri Bantah Ada Intervensi Kasus

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra merespons penanganan laporan dugaan pemerasan pada Mahmoud Tatari pada 2017 di Polresta Bogor yang hingga kini belum selesai.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Asep Adisaputra SH, SIK, MH, MSi membantah dugaan intervensi ini, sehingga penanganan dilakukan Bareskrim Mabes Polri.
Menurut Kombes Pol. Asep Adisaputra, perpindahan laporan tersebut, bukan hal yang mesti dipersoalkan. Penanganan kasus kemudian dilakukan oleh penyidik Bareskrim dengan gelar perkara, Kamis (18/7/2019).

“Saya kira tidak. Wilayah area Bareskrim itu bisa melakukan penyidikan ke seluruh wilayah Indonesia. Jadi bisa dilakukan. Apalagi kasus-kasus yang memang menjadi perhatian publik,” jela Mantan Kapolres Metro Kabupaten Bekasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Tatari melaporkan pejabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan seorang warga Selandia Baru, Mahmood Abo Annaser sejak 2017 terkait pemerasan sebanyak 50.000 Euro.
Pengacara Mahmoud Tatari, Ahmad Ramzy menduga mandeknya laporan kliennya di Polresta Bogor sejak 2017 diduga intervensi, karena kasus menyinggung MUI. Sebab itu, ia meminta gelar perkara dilakukan oleh Mabes Polri.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password