Polda Kalbar Bongkar Kasus Pencurian Identitas Untuk Pinjaman Online

Tribratanews.polri.go.id-Pontianak.Kepolisian Daerah Kalimatan Barat mengungkap kasus kejahatan pencurian identitas atau menggunakan data orang lain dalam melakukan pengajuan pinjaman online.

Pelaku berinisial RHS (36) warga Pontianak Utara ini mengambil keuntungan hinggan ratusan juta rupiah dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat.

 

Dalam konferensi pers pengungkapan kasus ini dipimpin langsung Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Drs. Didi Haryono, S.H. M.H., dan dihadiri juga oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, M Riezky F Purnomo yang bertempat di Mapolda Kalbar. Rabu (17/7/19).

Kapolda menyampaikan, dari hasil penyelidikan pelaku RHS ini selama bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019 mencari masyarakat untuk meminta foto KTP dan foto wajah pemilik KTP. Total masyarakat yang ia kantongi KTP dan foto wajahnya sebanyak 80 orang, 70 orang berhasil terdaftar di aplikasi. Jadi setelah meminta identitas masyarakat, pelaku memberikan uang atau imbalan sebesar 100 rb.

 

Dilanjutkan Kapolda, pelaku mendapatkan KTP beserta foto wajah pemilik KTP, dengan menyiapkan satu buah sim card pelaku mengupload identitas masyarakat tersebut kesalah satu aplikasi online yang menyediakan fitur Paylater. Setelah identitas tersebut terdaftar maka akan mendapatkan poin sercara bervariasi hari 1 juta hingga 8 juta dalam bentuk poin tiket pesawat atau kamar hotel.

 

“Saat point sudah pelaku dapati, maka ia menjualnya point tersebut melalui facebook dengan harga 50% dari aplikasi. Misal tiket pesawat 1,6 juta maka pelaku menjual 800ribu. Total keuntungan pelaku 350 juta lebih” terang jenderal bintang dua ini.

 

Pelaku berhasil diamankan tim gabungan Ditreskrimsus dan Jatanras Polda Kalbar di kantor OJK perwakilan Kalimantan Barat. Kasus ini  terbongkar karena salah satu korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Kalbar.

 

Selain itu, Polda Kalbar juga akan melakukan langkah digital forensik terhadap Hp pelaku untuk menelusuri jejak transaksi atau jaringan dengan kejahatan yang sama.

 

Irjen Pol. Didi Haryono menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak memberikan identitas diri atau KTP kepada orang yang tidak dikenal atau tidak jelas peruntukannya.

 

Secara sistem, dari hasil identitas yang melakukan pinjaman dalam aplikasi tersbut maka tercatat sebagai pinjaman di salah satu bank swasta.

 

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password