Polisi Ungkap Kasus Pertambangan Tanah Merah Ilegal di Bogor

Tribratanews.polri.go.idBogor. Kepolisian Daerah Jawa Barat menutup tiga lokasi pertambangan tanah merah ilegal di Kabupaten Bogor. Tanah merah ditambang ketiga perusahaan tersebut guna memberikan keperluan pembangunan berbagai perumahan juga jalan tol yang terdapat di Cileungsi (Bogor) dan Tangerang.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo didampingi Wadirkrimsus AKBP Hari Brata di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Rabu (17/07/19), menjelaskan, penutupan dilakukan karena pemilik usaha diduga melakukan usaha pertambangan tanpa izin resmi.

Ketiga Perusahaan tersebut antara lain perusahaan tambang milik Ucup, Robin Sitorus, dan Berton Siagian (PT. Duta Raya Dinametro). Meski sama-sama berada di Kabupaten Bogor, masing-masing usaha punya alamat berbeda, yakni di Kampung Pasirhalang, Kampung Tegal Gibodas, dan Kampung Cibungur, Bogor, Jawa Barat.

Perwira menengah Polda Jabar menjelaskan selain menghentikan kegiatan penambangan pasir ilegal Polisi juga memasang garis polisi di lokasi tersebut, serta berhasil mengamankan empat unit alat berat yang biasa digunakan untuk menambang pasir tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar mengatakan, penambangan tersebut dilakukan sejak 19 Juni 2019. Penambangan tersebut kemudian diprotes warga karena tak memiliki izin. Dalam sehari penambangan ini mampu mengangkut sebanyak 30 hingga 60 truk. Pasir tersebut dijual ke sejumlah daerah di Jabar dan Jakarta.

“Ke empat orang tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih terus melakukan penyidikan kasus ini,” tegas mantan Wadireskrimum Polda Jabar

Polisi akan menjerat terlapor dengan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Pasal itu mengatur perbuatan pidana pada setiap usaha pertambangan tanpa IUP. Ancaman pidananya maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 juta.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password