Bentuk Apresiasi Bongkar Kartel Narkoba, Polres Jakarta Barat Terima Penghargaan dari US Drug Enforcement Administration (DEA)

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polres Jakarta Barat menerima penghargaan dari US Drug Enforcement Administration (DEA) atas keberhasilannya yang telah menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Penghargaan diberikan kepada Kapolres Metro Jakbar Kombes Hengki Haryadi, Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz, Kanit II Sat Narkoba AKP Maulana Mukarom, serta personel Unit II Satnarkoba Polrestro Jakbar yang dilaksanakan di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (17/7/19).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Country Attache US DEA, Bryan M Barger, sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama profesional dengan US DEA dalam upaya pengembangan kasus narkoba. Dalam kesempatan itu juga, Kombes Hengki mendapat penghargaan khusus dari DEA atas leadership-nya yang bagus dalam kerja sama investigasi.

Kapolres Metro Jakbar Kombes Hengki Haryadi mengatakan keberhasilan ini merupakan wujud kerja sama yang baik dengan US DEA dan pihak Bea-Cukai. Penyelundupan 16 kilogram sabu asal AS ini merupakan modus baru.

“Sindikat yang kita hadapi adalah sindikat internasional yang besar. Mereka menggunakan modus baru, yakni menyelundupkan narkotika dari negara Amerika Serikat. Amerika termasuk kategori negara low risk atau negara yang memiliki risiko kecil terhadap penyelundupan,” jelas Kapolres.

Kombes Hengki menambahkan, pemberantasan narkoba merupakan atensi Polri. Polri berkomitmen untuk terus memberantas jaringan narkoba. “Hal ini merupakan tindak lanjut dari atensi pimpinan kami, yakni Kapolri dan Kapolda Metro Jaya. Kami dan jajaran merespons perang terhadap kejahatan narkoba sehingga pada akhirnya kita berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan Internasional ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, Polres Jakbar bersama tim Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada 11 April 2019 menggagalkan penyelundupan 16 kilogram narkotika jenis sabu dari AS. Dalam kasus ini, polisi menangkap 4 tersangka, yakni Cui Ming (WN China) dan perempuan bernama Li Xiufen (WN China) serta dua WNI, yakni Dasuki (42) dan Budi Supriyanto (52).

Penangkapan jaringan tersebut kemudian dikoordinasikan kepada DEA sehingga DEA pun menangkap jaringan tersebut di Amerika Serikat. Berdasarkan pengembangan penyelidikan, ternyata narkoba tersebut merupakan milik dari 2 kartel besar yang berada di 5 negara, yakni China, Meksico, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password