Cegah Kasus MOS, Polda Sumsel Koordinasi dengan Dinas Pendidikan

Tribratanews.polri.go.id – Palembang. Polda Sumatera Selatan melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk mencegah terulangnya kasus masa orientasi sekolah (MOS) seperti di SMA Taruna Palembang yang mengakibatkan seorang siswanya meninggal dunia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli mengatakan kegiatan pembinaan mental siswa baru Tahun Ajaran 2019 di SMA Taruna Palembang yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia karena dipukul oleh pembina MOS sangat disesalkan dan tidak boleh terjadi lagi, jelasnya saat memberikan keterangan pers pengungkapan kasus tersebut di Mapolresta Palembang, Senin (15/7/19).

Kasus meninggalnya siswa dengan identitas Delwin Berli (14) saat mengikuti MOS di SMA Taruna Palembang, Sabtu (13/7/19) berhasil diungkap oleh tim Reskrimum Polresta Palembang dalam waktu relatif singkat sekitar 27 jam dengan mengamankan seorang tersangka Ofa (24) dan barang bukti satu potong bambu yang panjangnya sekitar dua meter yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Polda Sumsel, di bagian kepala korban sebelah kanan ditemukan luka memar akibat benda tumpul yang mengakibatkan meninggalnya siswa yang mengikuti MOS itu.

Jenderal Bintang Dua ini menjelaskan dengan pengungkapan kasus terjadinya praktik pemukulan oleh pembina MOS itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi lagi di sekolah tersebut dan sekolah lainnya. “Kasus pembinaan mental kepada siswa baru di luar batas kewajaran itu cukup di SMA Taruna Palembang ini saja, pihak dinas pendidikan setempat diminta segera mengambil langkah-langkah tepat untuk mendorong pihak sekolah melakukan tindakan yang dapat mencegah terjadinya korban saat MOS,” jelasnya.

Selain itu, diharapkan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota melakukan evaluasi kegiatan MOS yang dilakukan pihak sekolah pada tahun ajaran baru 2019 ini. “Jika ada kegiatan MOS yang berpotensi menimbulkan tindak kekerasan dari pembina kepada siswa baru, pihak dinas pendidikan diminta untuk menegur pihak sekolah dan menghentikan kegiatan itu,” jelas Kapolda.

Melalui upaya tersebut diharapkan ke depan tidak ada lagi korban kekerasan dan siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS, tutupnya.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password