Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Toko Emas Permata Tanggerang

Tribratanews.polri.go.id – Tanggerang. Tim gabungan dari Polresta Tangerang, Polda Banten, dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil membekuk dua pelaku perampokan toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang yang terjadi pada 15 Juni 2019 lalu.

Dalam konferensi tersebut, Kapolres Tanggerang Kota Kombes Pol H. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si mengatakan bahwa keberhasilan tim gabungan terhadap kedua tersangka berinisial MNI dan MNFR yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia. Mohon maaf keberhasilan ini membutuhkan waktu yang agak lama karena adanya beberapa kesulitan dalam proses pengungkapan. Kedua pelaku tersebut sudah merencanakan aksinya di Indonesia untuk tanggal 13 sampai 15 Juni 2019. Kejadian tersebut berawal saat keduanya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan pada tanggal 14 Juni 2019 mereka langsung melancarkan aksinya di SPBU Kampung Gelebeg, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dengan menggunakan mobil Avanza putih bernopol T-1721 yang merupakan pelat nomor palsu yang berhasil mengambil paksa tas pinggang korbannya yang berisi uang Rp4,6 juta.

“Keesokan harinya kedua pelaku tersebut melanjutkan aksinya untuk merampok toko emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Dari rekaman CCTV kedua pelaku tersebut berhasil menggasak diduga seberat enam kilogram emas senilai Rp1,6 miliar menggunakan diduga senjata api dan pedang samurai yang viral di media sosial. Menjadi masuk akal bila keduanya tidak terdeteksi dengan jaringan Indonesia. Namun demikian, setelah koordinasi dengan Divhubinter Atase Polri Malaysia dan Polis Diraja Malaysia (PDRM), kami diperkenankan melakukan pemeriksaan dan keduanya mengakui telah melakukan tindak pidana curas di toko emas dan SPBU Balaraja,” tambah Kapolrestabes Tanggerang Kota.

“Untuk itu saya berharap kepada semua masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap semua kejahatan yang umumnya dijadikan target, diharapkan memproteksi diri guna mencegah terjadinya kejahatan. Masyarakat misalnya dapat memasang kamera CCTV, melengkapi harta benda terutama kendaraan dengan GPS, dan untuk toko emas dengan memasang teralis atau besi penghalang agar pelaku kejahatan akan mengalami hambatan saat melancarkan aksinya,” tegas Kapolres Tanggerang Kota saat memeberikan penjelasan di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis(11/07/19).

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password