Penerapan Penghapusan Data Kendaraan Jika (STNK) Mati Selama Dua Tahun Berturut-Turut Ditarget Tahun 2019

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Korlantas Polri telah melakukan pengkajian kembali terkait regulasi penghapusan data kendaraan apabila Surat Tanda Kendaraan (STNK) telah mati selama dua tahun berturut-turut.

 

Hal tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri, M.Si. “Karena banyak kendaraan yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan. Sekaligus mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan kewajibannya, seperti membayar pajak, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, perpanjang STNK, dan pengesahan STNK,” ungkap Kakorlantas Polri.

 

Korlantas Polri juga menyebutkan menargetkan aturan terkait regulasi penghapusan data kendaraan apabila Surat Tanda Kendaraan (stnk) telah mati selama dua tahun berturut-turut tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2019.

 

Jika kembali dilihat  berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 sebagai berikut:

  1. Kendaraan Bermotor yang telah diregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 Ayat (1) dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor atas dasar:
  2. permintaan pemilik kendaraan bermotor, atau
    b. pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan registrasi kendaraan bermotor.
  3. Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Huruf b dapat dilakukan jika:
  4. kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan, atau
  5. pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
  6. Kendaraan bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali.

 

(rz/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password