Polri Respon Rencana Pemulangan WNI Mantan Anggota ISIS dari Suriah

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menanggapi tentang kesiapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  terkait pemulangan warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS dari Suriah.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri mengatakan, harus ada proses penilaian yang sangat jelas dan tidak sederhana terhadap individu yang akan dipulangkan.

 

“Itu tidak sesederhana yang dibayangkan. Prosesnya itu melalui proses assessment yang begitu clear, karena sebagian besar untuk warga Indonesia yang berada di pengungsian diantara perbatasan Suriah dan Iraq itu wanita,” pungkas Karo Penmas Divisi Humas Polri.

 

Karo Penmas juga mengatakan, para WNI terutama wanita yang telah terpapar radikalisme membutuhkan penanganan khusus dalam program deradikalisasi. Alasannya, wanita dianggap memiliki tingkat militansi lebih tinggi apabila terpapar radikalisme. Program deradikalisasi wajib diikuti mantan anggota ISIS yang kembali ke Indonesia. Jika tidak, sanksi siap menanti seperti tidak diterimanya kepulangan mereka.

 

“Hampir dikatakan semua negara hampir menutup itu (kepulangan mereka). Bahkan ada beberapa negara di Amerika dan Eropa mencabut hak kewarganegaraannya, karena kalau sudah dewasa itu tingkat terpapar paham radikalisme yang ekstrem itu akan sulit untuk mengikuti program deradikalisasi,” tutup Karo Penmas Divisi Humas Polri.

 

(fb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password