Polri Ungkap Penipuan Online dengan Modus Lelang Mobil

Tribratanews.polri.go.idJakarta. Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap kejahatan dengan modus operandi penipuan lelang yang mengatasnamakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan merugikan korbannya hingga miliaran rupiah.

Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Dani Kustoni mengatakan, penipuan tersebut dikendalikan seorang berinisial HAS yang merupakan tahanan di Lapas Siborong-Borong, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Untuk melancarkan aksinya, pelaku dibantu lima orang rekannya.

“Korbannya banyak hampir di seluruh Indonesia pelaku kita tangkap ada lima orang pertama saudara HAS pengendali berada di Lapas di Sumatera Utara, kemudian dibantu lima tersangka lainnya ada saudara MF, MA, AF, KRY, dan AT,” jelas Kombes Pol. Dani Kustoni di Bareskrim Polri, Senin (08/07/19).

Perwira Menengah Bareskrim Polri menjelaskan, untuk mencari para korbannya HAS mencari korbannya melalui berbagai cara salah satunya di Facebook dan juga melalui pesan Whatsapp secara random dengan menawarkan kendaraan mobil murah lelang yang seolah-olah diadakan pihak KPKNL .

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai salah satu pejabat di KPKNL tersebut agar melakukan pembelian terhadap kendaraan tersebut. Tak tanggung-tanggung korban juga menggunakan foto profil pejabat KPKNL untuk lebih meyakinkan korbannya agar masuk dalam jerat tipuan.

“Setelah itu korban disuruh DP sementara kepada pelaku,” terang Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri.

Dalam penipuan tersebut, sebanyak 28 orang menjadi korban dalam penipuan dan Jumlah tersebut belum termasuk korban lain yang menolak melapor kepada Polisi. Adapun terhadap aksi penipuan itu para tersangka mendapat keuntungan sebesar Rp1,17 miliar .

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 15 unit HP, dua buah buku tabungan rekening Mandiri, dua buah ATM Mandiri, enam ATM BNI, tiga ATM BCA, satu ATM BRI, bukti tranfer, uang tunai Rp5 juta.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45a Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 82 dan 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana Pasal 3,4,5 dan Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 55 Ayat (1) ke 1 Jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun dan atau denda Rp10 miliar.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password