Kapolri Imbau Para Pengunjuk Rasa Menjelang Putusan MK agar Menaati Aturan

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Prof. H Muhammad Tito Karnavian, P.h.D. menegaskan bahwa siapa pun yang membuat kerusuhan saat putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) akan menjadi musuh bersama. Kapolri menyebut, berdasarkan hasil survei, masyarakat tidak menghendaki kerusuhan terjadi, Selasa (25/06/19).

“Peristiwa kemarin, 21 dan 22 Mei 2019, masukan yang saya dapat dari survei justru masyarakat tidak menghendaki adanya kerusuhan, kekacauan, dan lain-lain. Masyarakat Jakarta tidak menghendaki. Jadi, siapa yang membuat rusuh, itu akan menjadi musuh masyarakat,” jelas Kapolri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Guru Besar STIK PTIK tersebut mengingatkan massa yang akan berunjuk rasa menjelang ataupun sidang putusan sengketa Pilpres 2019 tetap menaati peraturan.

“Saya tentunya mengharapkan bagi yang unjuk rasa, ingat aturan-aturan itu. Kalau ada yang mengganggu ketertiban publik, jalan umum, hak asasi orang lain, mengganggu persatuan dan kedamaian, menghujat, menyampaikan sesuatu yang palsu atau hoax kebencian dan lain-lain, kita akan tindak kalau itu di langgar,” tegas Jenderal Bintang Empat tersebut.

“Saya minta jangan membuat kerusuhan, termasuk pihak ketiga mungkin,” sambung mantan Kapolda Papua itu kembali mengimbau.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengaku sudah memerintahkan seluruh anggota TNI-Polri yang melakukan pengamanan tidak menggunakan peluru tajam. Namun peluru karet bisa digunakan seandainya terjadi kericuhan.

“Saya sudah menekankan kepada anggota saya, dengan tegas saya katakan tidak boleh membawa peluru tajam. Itu sudah prosedur tetapnya. Jadi kita akan menggunakan teknis-teknis tertentu. Kalau para pelaku unjuk rasa baik-baik juga, ya pastilah kita akan baik-baik juga. Nggak ganggu masyarakat, nggak ganggu kepentingan publik, pasti kita baik-baik,” jelas mantan Kadensus 88AT tersebut.

“Nanti kalau ada apa-apa, ada peluru tajam, pasti bukan dari TNI-Polri karena sudah tegas saya dan Pak Panglima TNI sampaikan tidak ada yang bawa peluru tajam. Maksimal peluru karet, itu pun teknisnya ada dan kita akan berikan warning sebelumnya,” sambung mantan Asrena Polri tersebut.

Sebelumnya diberitakan, PA 212, GNPF, dan sejumlah organisasi lain berencana menggelar aksi di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK). Rencana aksi kawal MK pada 28 Juni sudah teragendakan dan merupakan satu rangkaian aksi.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password