Kabid Humas : Pabrik Korek Selalu Dikunci untuk Kelabui Petugas

Tribratanews.polri.go.id – Medan. Polda Sumatra Utara masih mendalami kasus kebakaran di pabrik korek api gas di Dusun II Desa Sambirejo terjadi pada Jumat (21/06/19) pukul 12.00. Akibat kejadian tersebut 30 orang dinyatakan tewas, lima di antaranya adalah anak-anak.

Dari hasil penyidikan, diduga pemilik pabrik sengaja mengunci pintu depan pabrik untuk mengelabui petugas pajak dan dinas terkait. Diketahui industri rumahan tempat perakitan korek gas tersebut tidak memiliki izin.

“Jadi akses keluar-masuk hanya melalui pintu belakang. Saat kejadian, justru api datang dari arah belakang. Seluruh korban ditemukan tewas dalam satu ruangan karena tak bisa meloloskan diri dari pintu depan yang selalu terkunci,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Atmaja, Senin (24/06/19).

 

“Pintu selalu dikunci dengan alasan untuk menghindari pencurian oleh karyawan. Akses masuk keluar hanya melalui pintu belakang. Kami menduga ini untuk mengelabui petugas pajak atau dinas terkait soal perizinan,” tambah Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, akses keluar masuk melalui pintu belakang untuk menipu petugas bahwa di rumah itu tidak ada aktivitas. Terlebih di belakang pabrik terdapat pagar tembok cukup tinggi sehingga menyamarkan aktivitas dalam pabrik.

Diduga lalai memenuhi unsur keselamatan para pekerja, Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni pemilik perusahaan IM, pemilik pabrik pemantik di Langkat BU dan manajernya LI.

Polda Sumut dan Polres Binjai bahkan menyegel tiga perusahaan lainnya untuk kepentingan penyidikan, diantaranya perusahaan induk pabrik pemantik bernama PT Kiat Unggul dan beroperasi di daerah Diski, Kabupaten Deliserdang. Kemudian dua anak perusahaan lain yang berada di bawah naungan Kiat Unggul.

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password