Ciptakan Generasi Sehat, Polda Sulsel dan Jajaran Gencar Perangi Narkoba

Tribratanews.polri.go.id, Sulsel – “Perangi Narkoba!” itulah kata-kata yang belakangan sering kita dengar. Cukup klise, tapi sebenarnya mengandung muatan yang keras. Perang membawa suasana tidak menentu sampai musuh dikalahkan. Dalam perang, banyak pilihan sulit harus dibuat dan banyak keputusan penting harus diambil.
Ada kesamaan pada setiap cerita perang, termasuk perang terhadap narkoba. Selalu ada lawan, ada kawan, ada musuh, ada sekutu. Tanpa mengetahui percaturan ini, sebuah perang sangat sulit untuk dimenangkan. Begitu pun perang terhadap narkoba, pasti menuntut hal yang sama.
Aparat kepolisian dari Polres Maros pun tidak henti-hentinya melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba. Terakhir, Selasa (24/1/2017) Polres Maros melalui Sat Res Narkoba berhasil membekuk empat tersangka narkoba berikut barang buktinya.
Keempat tersangka yang dibekuk, masing-masing Lukman (23), Ardi hafid (29), Andi Wawo (23) dan Andi Mappatunru (29). Mereka ditangkap di Dusun Pakkasalo, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros dengan strategi undercover buy yang digunakan polisi.
Penangkapan bermula saat anggota Opsnal Sat Res Narkoba Polres Maros melakukan pemeriksaan terhadap Lukman. Dengan dipimpin Kasat Narkoba Polres Maros, AKP Hendra Suryanto, Polisi memeriksa di Dusun Pakkasalo, Kecamatan Maros Baru, Maros.
Di sini polisi menemukan satu saset plastik bening berisi kristal yang diduga sabu. Tidak hanya itu, polisi juga menyita satu unit ponsel dari tangan tersangka.
“Dari pengakuan tersangka Lukman ditemukan nama Ardi Hafid. Dia menyebutkan jika barang haram tersebut diperoleh dari Hafid,” Kasat Narkoba Polres Maros, AKP Hendra Suryanto. .
Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, aparat kepolisian kembali melakukan penangkapan terhada Ardi Hafid di kediamannya di Dusun Salarang Kecamatan Maros baru, Maros. Saat diintrogasi, kembali muncul satu nama baru. Pukul 17.00 Polisi kembali menangkap Andi Wawo di Jalan Taqwa, Maros.
“Pada pukul 18.30 Wita kami juga mengamankan Andi Mappatunru di kediamannya. Selanjutnya keempat tersangka beserta barang buktinya dibawa ke Mapolres Maros untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas AKP Hendra Suryanto.

Di tempat berbeda, aparat kepolisian di Polres Bone, Rabu (25/1/2017) berhasil mengamankan dua pengedar narkoba. Keduanya adalah, Sulaeman alias Leman (43) dan Lukman (43).

Perang narkoba Maros dan Bone1

Penangkapan diawali saat unit Opsnal Polres bone yang dipimpin Iptu Bambang Supriadi menangkap Sulaeman di Dusun Lepang, Kecamatan Sibulue, Bone. Dari tangan Leman polisi berhasil mengamankan empat saset sabu-sabu, dua timbangan digital dan dua saset kosong.
“Tiga saset kami temukan di saku sebelah kanan, sementara satu saset lagi dia buang ke kolong rumahnya,” ungkap Kapolres Bone, AKBP Raspani.
Selanjutnya, kata Raspani, polisi melakukan pengembangan. Dari hasil pengembangan ini pihaknya menagkap Lukman. Dari tangan Lukman polisi kembali menyita satu saset kecil kristal bening yang diduga sabu-sabu.
“Selanjutnya kami bawa keduanya ke Polres Bone untuk dimintai keterangan,” papar Raspani.
Ada cara tersendiri yang digunakan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dalam memberantas narkoba di negaranya. Dengan menggunakan Petrus (Penembak misterius), satu per satu bandar dan pengguna narkoba ditemukan tewas secara misterius.
Meski menjadi kontraversi, namun cara ini ternyata cukup mampuni memberantas peredaran narkotika di negara itu. Masyarakat seakan takut mendekati barang haram ini.
Bagaimana dengan di Indonesia. Cara ini pernah diwacanakan Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso.
Budi mengatakan permasalahan narkoba di Filipina memang berbeda dengan di Indonesia. Namun menurutnya, bisa saja BNN menerapkan sanksi kepada bandar narkoba seperti yang dilakukan pemerintah Filipina, demikian seperti dikutip dari reuters
“Hal ini dapat terjadi karena (masalah narkoba) di Indonesia sama buruknya seperti di Filipina,” pungkas Budi.
Selanjutnya kami bawa keduanya ke Polres Bone untuk dimintai keterangan,” papar Raspani.
Ada cara tersendiri yang digunakan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dalam memberantas narkoba di negaranya. Dengan menggunakan Petrus (Penembak misterius), satu per satu bandar dan pengguna narkoba ditemukan tewas secara misterius.
Meski menjadi kontraversi, namun cara ini ternyata cukup mampuni memberantas peredaran narkotika di negara itu. Masyarakat seakan takut mendekati barang haram ini.
Bagaimana dengan di Indonesia. Cara ini pernah diwacanakan Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso.
Budi mengatakan permasalahan narkoba di Filipina memang berbeda dengan di Indonesia. Namun menurutnya, bisa saja BNN menerapkan sanksi kepada bandar narkoba seperti yang dilakukan pemerintah Filipina, demikian seperti dikutip dari reuters
“Hal ini dapat terjadi karena (masalah narkoba) di Indonesia sama buruknya seperti di Filipina,” pungkas Budi. (*)

Admin Polri55933 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password