Mangkir dari Panggilan, Polisi Naikkan Status Kasus Ustad Lancip Jadi Penyidikan

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Ahmad Rifky Umar alias Ustad Lancip kembali mangkir dari panggilan polisi, Senin (17/6/19). Kepolisain membutuhkan keterangannya dugaan ujaran kebencian dan sebaran kebohongan terkait korban kerusuhan 22 Mei lalu.

Berdasarkan surat panggilan yang pertama, dugaan ujaran kebencian dan sebaran kebohongan itu dilakukan Ustad Lancip dalam ceramahnya pada Jumat (7/6/19) lalu. Pemanggilan pertama dilakukan penyidik Polda Metro Jaya tiga hari berselang namun tidak dipenuhi tanpa alasan yang jelas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., menjelaskan, sekalipun Ustad Lancip belum diperiksa, status kasus telah dinaikkan menjadi penyidikan. Penyidik pun sudah memeriksa beberapa saksi dan menggelar perkara.

“Kami melihat ada unsur pidana dalam kasus tersebut,” jelas Kabid Humas PMJ di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/6/19).

“Jadi panggilan selanjutnya statusnya (Ustad Lancip) sebagai saksi nanti,” tambah Kabid Humas itu.

Video ceramah Ustad Lancip yang diduga menyebar kebencian dan kebohongan itu viral di media sosial. Isinya, membahas kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ustad Lancip mengatakan, ‘ada korban mati hampir 60 orang’ dan ratusan orang hilang dalam peristiwa tersebut.

Polisi menyatakannya sebagai ujaran kebencian dan berita bohong. Ustad Lancip diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum pidana dan atau Pasal 270 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password