Polisi Gagalkan Penyelundupan 2,5 Ton Miras Ilegal di Kota Sorong

Tribratanews.polri.go.id – Sorong. Polsek Sorong Kota berhasil mengamankan sebanyak 2,5 ton miras ilegal jenis cap tikus senilai Rp 300 juta yang dibawa dari Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (16/06/19).

“Anggota Sat Reskrim Polsek Sorong Kota telah melakukan penangkapan miras lokal jenis cap Tikus sebanyak 100 jerigen atau setara dengan 2,5 ton dengan nilai Rp 300 juta,” terang Kanit Reskrim Polsek Sorong Kota, Iptu Gelora Tarigan.

 

Penangkapan miras ilegal tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda di kota Sorong, masing-masing di kawasan Tembok Berlin, Jalan Ahmad Yani dan Seputaran Halte Doom, Kota Sorong. Minuman tersebut dikemas di dalam 100 jerigen yang masing-masing berkapasitas 25 liter.

 

Menurut Kanit Reskrim Polsek Sorong Kota, penangkapan pelaku penyeludupan dengan barang bukti 2,5 ton miras ilegal jenis cap tikus tersebut berawal dari penangkapan penjual miras ilegal di jalan Jenderal Sudirman, Kota Sorong, pada hari Sabtu (15/06/19).

kemudian dilakukan pengembangan dan didapatkan informasi bahwa akan ada penyeludupan miras Ilegal jenis cap tikus dalam jumlah banyak, ke kota Sorong, pada hari Minggu (16/06/19) subuh.

“Mendapatkan informasi tersebut, kita langsung bergerak ke sasaran sambil melakukan pemantauan dan akhirnya berhasil mengamankan sebanyak 2,5 ton barang bukti, miras ilegal jenis cap Tikus yang dimasukkan di dalam jerigen 25 liter,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sorong Kota.

 

Kanit Reskrim Polsek Sorong Kota bersama 3 anggota lainnya melakukan penyelidikan  dan menemukan 1 unit mobil avanza yang berisi 21 jerigen miras CT ukuran 25 liter, serta 1 unit mobil kijang berisi 29 jerigen miras yang sama di Halte Doom.

 

Kemudian pada pukul 03.00 WIT dini hari, kembali ditemukan 50 jeriken ukuran 25 liter yang berisi CT di Halte Doom.

 

Selain barang bukti, polisi juga mengamankan dua terduga pemilik miras tersebut, yakni RT (30) dan RP (23).

 

RT dan RP terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 204 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau seumur hidup. Dan Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password