Polri Fokuskan Evakuasi Korban dan Mendamaikan Bentrok di Buton

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan bahwa kepolisian mengevakuasi pengungsi dan korban luka. Selain itu, Polisi tengah mendalami siapa provokator serta pelaku pembakaran dari bentrok antar warga desa di Buton, Sulawesi Tenggara.

“Saat ini sedang didata siapa provokatornya, pelaku-pelaku yang melakukan penganiayaan, pengrusakan, pembakaran dan lain sebagainya,” ungkap Karo Penmas Divhumas Polri, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Kepolisian hingga saat ini, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, belum menangkap pelaku lantaran masih berfokus untuk mendamaikan kedua belah desa yakni Desa Gunung Jaya dan Sampoabalo.

Selain itu, Jenderal Bintang Satu itu mengatakan kepolisian juga tengah sibuk mendata para pengungsi berjumlah ratusan yang rumahnya terbakar serta mengevakuasi korban luka.

“Saat ini belum (menangkap pelaku). Kami masih fokus mendamaikan dulu kemudian mendatakan, mengevakuasi korban luka maupun para pengungsi,” tegas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

“Kita masih mendatakan, karena ada warga yang mengungsi akibat rumah rusak dan ketakutan secara psikis. Tercatat 871 orang (mengungsi),” lanjut mantan Kapolres Lumajang itu.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri mengungkap kronologi bagaimana mulanya pecah bentrok antar warga desa di Buton, Sulawesi Tenggara.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan masalah dimulai dari konvoi sepeda motor yang dilakukan oleh para pemuda Desa Sampoabalo melewati Desa Gunung Jaya, Selasa (4/6) sekira pukul 21.00 WIB.

“Hal itu membuat masyarakat disana resah, kemudian situasi tersebut ternyata sebagai salah satu pemicu,” ungkap Brigjen Dedi Prasetyo.

Sehari berselang pasca konvoi motor, seorang pemuda dari Desa Sampoabalo akan melakukan silaturami ke rumah saudaranya dengan melewati Desa Gunung Jaya sekira pukul 13.00 WIB.
Namun, saat melewati desa itu, pemuda tersebut dipanah dengan busur dari besi oleh pemuda dari Desa Gunung Jaya.

Akibatnya, pemuda Sampoabulo terkena dan terluka di bagian dada sebelah kiri. Kemudian melaporlah dirinya kepada masyarakat desanya yang kemudian melakukan penyerangan balasan kepada Desa Gunung Jaya.

Sebanyak 100 lebih warga Desa Sampaobulo menyerang sekira pukul 14.00 WIB. Adapun 50 rumah di Desa Gunung Jaya dibakar beserta satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.

Aparat kepolisian dan TNI berusaha untuk meredam, melokalisir agar kejadian tersebut tidak meluas,” jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Akan tetapi, warga Desa Gunung Jaya melakukan serangan balik pada Kamis (6/6) dengan melibatkan kelompok etnis tertentu. Akibat serangan balik ini, dua orang meninggal dan beberapa lainnya luka-luka.

Oleh karena situasi itu, Polri menerjunkan 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob untuk melakukan pengamanan di perbatasan kedua desa. Selain itu diperbantukan pula 2 SST dari Komando Resort Militer dan satu SST dari Polres Bau-Bau.

“Kapolda, bersama Danrem, Bupati serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat sudah melakukan rapat untuk meredam situasi disana. Dan semua warga diminta menahan diri,” jelas Karo Penmas.

“Karena aparat kepolisian bersama TNI akan melakukan penegakan hukum terhadap siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum,” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password