Jenguk ke Singapura, Kapolri Berikan KPLB dan Biaya Pengobatan AKP Aditya Ditanggung Polri

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., menjenguk Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya, S.I.K., di Singapore General Hospital. Kapolri menyampaikan bahwa seluruh biaya perawatan sampai sembuh akan ditanggung sepenuhnya oleh Polri. Selain itu, AKP Aditya dianugerahi penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) atas keberanian dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diembannya, Selasa (4/6/19).

Dalam kunjungan tersebut, turut mendampingi Kepala RS. Polri Brigjen Pol dr. Musyafak, Koorspripim Polri Kombes Pol Ferdy Sambo, dan Atase Polri di Singapura Kombes Pol Joko Setiono.

Sebelumnya, AKP Aditya menjadi korban tawuran dua kelompok perguruan silat di sekitar SPBU Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5) tengah malam. Ketika itu AKP Aditia tengah melakukan pengamanan. Pada 16 Mei 2019, AKP Aditya Mulya dirujuk ke Singapore General Hospital untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tim Penyidik Polres Wonogiri, dibantu Polda Jawa Tengah, telah menetapkan 9 dari 25 tersangka anggota perguruan silat terlibat melakukan pengeroyokan terhadap Kasat Rekrim AKP Aditya Mulya Ramdhani.

“Polisi tetapkan 25 tersangka, dan 9 tersangka di antaranya, terlibat melakukan penganiayaan terhadap anggotanya, Kasat Rekrim Polres Wonogiri,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja yang didampingi Kapolres Wonoghiri AKBP Uri Nartanti Istiwiyati, dalam konferensi Pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5/2019).

Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan 9 pelaku pegeroyokan tersebut mengaku terlibat melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi Aditia dengan menggunakan bambu, senjata tajam, dan tangan kosong.

Menurut Kabid Humas, 9 pelaku tersebut berinisial AP, DFR, P, ER, AH, HPA, S, A, dan JN. Satu pelaku diketahui masih di bawah umur berisial AP (17). Sedangkan, dua pelaku lainnya mengaku terlibat melawan petugas, dan 14 orang sisanya melakukan pengrusakan atau berbuat anarkis saat kejadian.

“Kami menahan 15 tersangka dan 10 orang lainnya tidak ditahan dan dikenai wajib lapor, karena pertimbangan mereka masih di bawah umur,” jelas Kombes Pol Agus Triatmaja.

Atas perbuatan para pelaku delapan tersangka dewasa akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Satu pelaku masih di bawah umur akan dikenai Undang Undang Perlindungan Anak.

Selain itu, dua tersangka yang melawan petugas, akan dikenai Pasal 214 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan 14 tersangka lainnya ancaman lima tahun.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password