Kapolri Imbau Personel Pengamanan Waspada dari Ancaman Terorisme

Tribratanews.polri.go.id – Ngawi. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan di rest area jalan tol ruas Solo-Ngawi km 575 A, di wilayah Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Dalam peninjauan yang dilakukan di Rest Area KM 575 Ngawi ada beberapa hal yang menjadi penekanan baik Dari TNI dan Polri.

Dalam kegiatan kunjungan tersebut, Kapolri mengimbau kepara personel yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran menerapkan body system. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi teror di pos pengamanan Operasi Ketupat 2019.

Kapolri mengingatkan potensi ancaman keamanan termasuk terorisme yang harus diantisipasi. Menurut Kapolri mengingat tahun lalu ancaman terorisme juga pernah terjadi di jalur tol.

Untuk itu, pihaknya telah memastikan semua petugas yang berdinas di Jalur Mudik baik tol maupun arteri mendapatkan pengamanan dari petugas TNI/Polri berseragam dinas.

“Ini bulan puasa jadi Ladang amal juga menurut mereka (teroris) untuk melancarkan aksinya,” jelas kapolri, Sabtu (01/06/19).

Selain itu, pihaknya juga meminta para kepala daerah di jalur mudik untuk ikut proaktif melakukan pengamanan termasuk penertiban penyebab simpul-simpul kemacetan seperti halnya pasar Tumpah.

Sementara itu Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Refdi Andri, M.Si., yang turut hadir dalam rombongan meminta masyarakat memanfaatkan rekayasa one way untuk mudik termasuk saat balik agar tidak terjadi penumpukan arus dan memecah puncak arus mudik.

“Kita kerahkan segala upaya, ada One way, Contra Flow, atau bahkan one Flow untuk memecah arus. Jadi kita harapannya gak perlu ada Puncak Mudik ya karena arus tersebar,” jelas Kakorlantas.

Jenderal bintang dua tersebut menambahkan Area Ngawi mendapat atensi khusus karena merupakan titik perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ia juga meminta jajaran di Jawa Timur memantau apa yang terjadi di Jakarta, Jabar dan Jateng. Karena apabila terjadi kendala di Hulu maka di area Jawa Timur harus senantiasa siap.

“Biasanya tumpahannya di Jatim. Maka kita minta teman-teman di sini pantau terus perkembangan Yang ada di Barat. Dan Ngawi ini akan kita beri attensi Khusus,” terang Kakorlantas.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password