Polri Tetapkan 10 Tersangka Hoax dan Pengancam Tokoh Nasional

Tribratanews.polri.go.id- Jakarta. Polri mengungkap 10 kasus hoax terkait kerusuhan 21-22 Mei. Kebanyakan mereka ditangkap karena memposting ancaman terhadap tokoh nasional.

“Sampai dengan tanggal 21-28 Mei sudah ada 10 kasus hoax yang saat ini ditangani Ditsiber Bareskrim bersama beberapa Polda,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Berikut beberapa kasus yang di tangani Polri

1. Tersangka berinisial SDA

SDA ditangkap pada 23 Mei berkaitan dengan penyebaran hoax polisi negara asing ikut masuk ke Indonesia mengamankan demonstrasi 21-22 Mei.

“Bahkan itu kontennya ikut melakukan penembakan ke masyarakat, saat ini tersangka sudah ditahan dalam proses penyidikan lebih lanjut.

2. Tersangka berinisial ASR

ASR ditangkap pada tanggal 26 Mei terkait hoax persekusi aparat kepolisian terhadap seorang habaib.

3. Tersangka berinisial MNA

MNA ditangkap 28 Mei terkait konten tentang Pemilu curang. Yang bersangkutan juga menyebarkan video persekusi aparat di depan masjid Tanah Abang.

“Akan kami sampaikan beberapa capture dari akun-akun yang menyebarkan hoax,” terang Mantan Wakapolda Kalteng

4. Tersangka berinisial HU

Kasus tersangka HU ditangani di Direktorat Siber Bareskrim pada 26 Mei karena menyebarkan konten bersifat provokasi dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan secara individu, kelompok atau SARA

“Di captionnya Brimob sweeping ke areal masjid, fix berwajah negara tertentu dan tidak bisa berbahasa Indonesia sudah di fixing?” tutur Karo Penmas Polri

5. Tersangka berinisial RR

RR ditangkap pada 27 Mei karena memposting konten pengancaman akan membunuh tokoh nasional lewat akun Facebook.

6. Tersangka berinisial M

Tersangka ini ditangkap Ditkrimsus Polda Jateng terkait informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan SARA.

7. Tersangka berinisial MS

MS ditangkap Polda Sulsel pada 27 Mei karena menyebarkan konten yang diviralkan yakni foto tokoh nasional yang digantung.

“Dengan caption mudah-mudahan manusia biadab ini mati dan lain sebagainya,” jelas Jenderal Bintang Dua

8. Tersangka DS

DS diamankan di Polsek Jabar 27 Mei konten yang disebarkan merupakan berita bohong terkait meninggalnya seorang remaja 14 tahun yang dianiaya.

9. Tersangka berinisial MA

Tersangka ini ditangkap di Sorong, Papua pada 27 M ei karena menyebarkan video foto pengancaman terhadap tokoh nasional.

“Narasi berbunyi pembunuhan kepada tokoh nasional,” tutur Mantan Wakapolda Kalteng

10. Tersangka H

Diamankan pada 28 mei oleh tim Ditsiber Bareskrim karena menyebarkan konten ancaman terhadap tokoh nasional.

“Yang berupa juga narasi-narasi yang dibangun adalah ujaran kebencian,” jelas Karo Penmas Polri

Selain itu, Karo Penmas Polri menegaskan Polri menindak tegas penyebaran ujaran kebencian, hoax serta konten provokatif.

“Ini berbahaya apabila dibiarkan,” tegas Jendral Bintang Dua

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password