Polisi Ungkap Alur Pendanaan Perusuh 22 Mei

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri tengah mendalami aktor intelektual dan penyandang dana terkait kasus rencana pembunuhan 4 tokoh Nasional yang berhasil diungkap dari para tersangka kerusuhan 21-22 Mei lalu.

 

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan, pihaknya akan mengungkap penyandang dana yang membiayai rencana pembunuhan tersebut.

 

Diketahui penyandang dana tersebut merupakan orang papan atas. Hal ini terungkap karena penyandang dana sebelumnya telah memberikan pecahan dollar Singapura untuk dipakai membeli senjata.

 

Namun Karo Penmas lebih memilih bungkam dan menjelaskan jika Kepolisiab masih terus mendalami kasus ini.

 

“Kan ada enam termasuk ini, enam kan ada leadernya, di situ ada aktor intelektual yang mendesign semuanya, di atas ada pendana juga yang kasih uang Rp 150 juta tapi dalam bentuk Dollar Singapura, kasih ke aktor intelektual, kasih kan ke ini nih (ke para tersangka),” ungkap Karo Penmas Divhumas Polri saat di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/05/19).

 

Para pelaku diketahui sebagai kelompok pihak ketiga yang bertugas sebagai martir dalam aksi menolak hasil Pilpres pada 22 mei lalu di depan Gedung Bawaslu, Jakarta.

 

Upaya pembunuhan ini bermula sejak 1 Oktober 2018, saat itu HK diminta seseorang untuk membeli senjata yang terdiri dari dua pucuk senpi laras pendek di Kalibata. Setelah itu, pada 13 Oktober 2018, HK menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan kepadanya, alhasil HK mendapatkan empat buath senjata, senjata itu didapat HK dari AF dan AD. Sebagian senjata itu kemudian diserahkan HK kepada dua rekannya, AZ, TJ, dan IR.

 

Dari keterangan para pelaku, baru disebutkan 4 tokoh yang menjadi target mereka. Sementara, kemungkinan ada tokoh lain yang menjadi target para pelaku masih didalami, termasuk kepada aktor intelektualnya.

 

“Terkait ancaman ini, kan ada dua kelompok, kelompok pertama yang ditangkap tanggql 18-19 itu 4 orang dikasih senjata, senjata sejenis m vor, sama dua senjata laras pendek. Lalu 21-22 (dari) 6 (orang), satu DPO, satu DPO ini eksekutor,” ungkap Karo Penmas.

 

Saat ditanya, tersangka mengakui pembelian dilakukan secara bertahap. Senjata tersebut diduga akan dipakai untuk menghabisi nyawa para target.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password