Polda Metro Jaya: WhatsApp Dibatasi karena Sering Digunakan untuk Provokasi Massa

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menjelaskan bahwa layanan pesan instan WhatsApp termasuk salah satu yang dibatasi operasionalnya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga 2-3 hari ke depan.

Pembatasan fitur di WhatsApp ini, dikarenakan aplikasi tersebut diketahui sering digunakan untuk memprovokasi aksi massa yang terjadi sejak Selasa lalu.

Dalam penjelasannya Kabid Humas menyampaikan, salah satu tersangka dari 257 tersangka yang telah dipenjarakan itu, menggunakan layanan Whatsapp Group untuk terus mengundang massa aksi agar bertindak anarkis terhadap anggota Polri. Tindak anarkis itu diarahkan ke aparat kepolisian yang memberi pengamanan massa aksi di sejumlah titik di Bawaslu, Petamburan dan Polsek Gambir.

“Jadi tidak hanya ada provokasi lapangan yang kami amankan, tetapi juga ada yang provokasi massa melalui Whatsapp Group, tersangka ini mengirim foto aksi anarkis di sejumlah lokasi, agar massa terpancing,” terang Kombes Pol. Argo.

Diketahui bahwa tersangka juga sempat mengajak massa aksi melalui Whatsapp Group agar bergerak ke Johar Baru Jakarta Pusat. Tak hanya itu tersangka juga mengajak massa menyerang Presiden Jokowi yang tengah mengumumkan kemenangan bersama warga setempat.

Mulai Rabu 22 Mei 2019, proses unggah foto dan video di Facebook, Instagram, WhatsApp dan Twitter dibatasi agar tidak membuat situasi semakin gaduh sehubungan dengan aksi demo 22 Mei.

Kebijakan ini akan berlangsung sampai kondisi dirasa pemerintah aman dan terkendali. pembatasan sejumlah medsos dan layanan pesan instan WhatsApp berlaku sekitar 2-3 hari.

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password