Ciptakan Situasi Kondusif Pengumuman Hasil Penghitungan Suara, Polisi Amankan 26 Orang Asal NTT Bertujuan ke Jakarta dengan Tujuan Tidak Jelas

Tribratanews.polri.go.id. – Banyuwangi. Mengaku dikoordinir seseorang, 26 orang penumpang bus asal Sumba Barat, NTT diamankan Polisi, karena memiliki tujuan yang tidak jelas ke Jakarta.

 

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi yang memimpin langsung razia mengatakan, setelah dilakukan pencegatan dan pemeriksaan bus dari Bali, penumpang menuju Jakarta itu tidak jelas tujuannya.

 

Saat diperiksa di dalam bus, mereka mengaku sebagai anak buah kapal (ABK) yang akan berangkat ke Jakarta. Padahal kapal mereka berada di Bali. Anehnya lagi tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki buku pelaut. Tidak hanya itu, mereka juga tidak tahu alamat tujuannya di Jakarta. Mereka mengaku hanya mengikuti perintah bosnya untuk pergi ke Jakarta. Akomodasi mereka juga sudah ditanggung orang yang mengkoordinir.

 

Razia ini dilakukan di pintu keluar Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. Dalam razia yang dimulai pukul 21.00 WIB, ini petugas Kepolisian yang dibantu personel TNI melakukan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh kendaraan yang baru turun dari kapal untuk masuk ke Jawa. Tidak hanya kartu identitas, seluruh barang bawaan mereka juga diperiksa.

 

Minggu malam, Polres Banyuwangi bersama TNI melaksanakan kegiatan razia dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2019. Tujuannya adalah antisipasi peredaran miras narkoba dan barang peledak.

 

“Kita juga melaksanakan kegiatan pencegatan massa yang akan berangkat ke Jakarta dalam rangka pengumuman hasil perhitungan suara pada 22 Mei,” jelas Kapolres. Selain di Pelabuhan Ketapang, Petugas gabungan juga melakukan kegiatan yang sama di Stasiun Banyuwangi Baru. Sasarannya adalah penumpang kereta api tujuan Surabaya.

 

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password