Polisi Tangkap Tersangka Pelecehan Seksual ke 20 Anak

Tribratanews.polri.go.id – Garut. Polres Garut menangkap seorang pemuda yang dilaporkan telah melakukan tindak pidana asusila terhadap 20 anak di bawah umur.

 

“Korbannya masih di bawah umur, rentang usianya 15 sampai 17 tahun,” ungkap Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (15/05/19).

 

Pelaku dengan inisial RGS (26) warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut ini melakukan tindakannya dengan modus mengaku sebagai guru ngaji hingga dukun yang mampu mengobati masalah keluhan kehidupan korban. Berawal dari perkenalan menggunakan media sosial Facebook. Setelah itu, pelaku kemudian menemui korbannya.

 

Kapolres menerangkan, aksi tersebut sudah berlangsung sejak setahun lalu, dengan jumlah korban awal laporan sebanyak 16 orang, kemudian korbannya bertambah 20 orang.

 

“Sudah dari tahun 2018 melakukannya, korban juga bertambah dari 16 menjadi 20 orang, kita juga tidak tahu nanti akan ada berapa lagi korban,” terang Kapolres.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku dalam melancarkan kejahatannya menawarkan kepada korban untuk menceritakan segala keluhan kehidupannya.

 

Tersangka kemudian menunjukkan kemampuan dirinya dapat menyelesaikan masalah dari segala derita yang dialami korban. RGS mencoba terus hingga korban percaya dan mau menemui pelaku tersebut.

 

“Solusi yang ditawarkan pelaku ini melakukan ritual, ada dua ritualnya yaitu kias dan pangasal, tapi dua ritual itu ujungnya malah menyetubuhi korban, kata pelaku ritual itu untuk buang sial,” jelas Kapolres.

 

Namun, pelaku yang sehari-harinya pekerja serabutan itu akhirnya terungkap berdasarkan laporan korban, selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku dan membawanya ke Mapolres Garut untuk diperiksa.

 

“Alhamdulillah kasus ini terungkap setelah salah satu korban melapor ke Polsek Cisewu,” tutur Kapolres.

 

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari mengatakan telah melakukan upaya untuk menangani masalah korban yang saat ini statusnya masih di bawah umur. Seluruh korban akan diberi pendampingan hukum dan menjalani terapi untuk memulihkan kondisi kejiwaannya yang saat ini mengalami trauma.

 

“Nanti kita akan melakukan trauma healing untuk korban dan orang tuanya, kami akan datang langsung ke Cisewu untuk bertemu korbannya,” kata Diah Kurniasari.

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password