Surat Pencekalan Kivlan Zen Dicabut, Polri: KZ Kooperatif

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Polri telah meminta pembatalan surat pencegahan ke luar negeri terhadap KZ Kasus tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) dan atau makar. Alasannya, KZ disebut akan kooperatif juga punya paspor yang masa berlakunya akan segera habis, Sabtu (11/5/19).

“Paspor Pak KZ akan habis dalam waktu dekat jadi tidak akan diizinkan meninggalkan Indonesia atau memasuki negara lain,” jelas Kadiv Humas Polri, Sabtu (11/5/19).

Selain itu, penyidik mendapat informasi KZ akan kooperatif. KZ dipanggil polisi atas laporan dugaan penyebaran hoax dan dugaan makar pada Senin (13/5).

“Penyidik mendapat info bahwa Pak KZ akan kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik. Oleh karena itu penyidik memandang tidak perlu melakukan pencekalan lagi,” sambung Irjen Pol. Mohammad Iqbal.

KZ disambangi polisi saat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (10/5). Penyidik menyerahkan surat panggilan kepada KZ.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) juga membenarkan telah mencabut pencegahan terhadap Kivlan Zen pada Sabtu (11/5/2019)

“Iya betul,” jelas Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Sebelumnya, Polri meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah KZ bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan. Dalam surat Bareskrim Polri bernomor B 4248 RES.1.1.3/V/2019 tertanggal 10 Mei itu disebutkan, KZ diduga telah melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) dan atau makar, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 14 dan atau 15 UU No 1 Tahun 1946 dan pasal 107 Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 163Bis Jo pasal 107 KUHP.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password