Polda Jateng Siapkan Simulasi Ruas Tol Satu Arah saat Arus Mudik Lebaran Tahun 2019

Tribratanews.polri.go.id – Surakarta. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang didukung Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dan yang tidak terkait telah membahas tentang manajemen yang lalu terhubung untuk memperlancar para pemudik hingga ke kampung halaman tentang arus listrik mudik serta arus balik tahun 2019.

“Manajemen lalu lintas yang akan dilakukan adalah untuk memprioritaskan tentang keselamatan para pemudik, oleh karena itu dalam rangka keselamatan ini akan dilakukan berbagai pengaturan dalam rangka pengguna untuk sepeda motor. Selain itu kami juga akan menyediakan akses untuk memudahkan para sepeda motor untuk pergi ke kampung halaman, lalu saya kirim ke angkutan umum, ”ungkap Kapolda Jateng usai kunjungan kerja ke Mapolresta Solo, Rabu (8/5/19).

Kapolda Jateng berharap manajemen rekayasa lalu lintas tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena luasnya jalan tol dari barat menuju timur sudah mulai semua mulai dari Jakarta, Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur. “Saat ini kita sudah melakukan uji coba untuk melakukan kegiatan proaktif dalam rangka menjemput pemudik tidak mengambil di satu titik pintu. Yang kedua juga akan ada pendataan pendataan daerah sisa Jawa Tengah ada 174 kilometer sisa daerah dan ada 194 kilometer pom bensin ini menjadi perlu Tercatat ada 24 pintu tol di Jawa Tengah yang diprediksi keluar dari Pejagan, Brebes Barat dan Brebes Timur akan menjadi favorit di wilayah selatan. Seperti ke Ajibarang, Banyumas, Purbalingga, dan Wonosobo, keluar tol Colomadu menjadi favorit untuk pindah ke Yogyakarta. Dengan demikian,

Kapolda juga menjelaskan titik-titik yang diminta menjadi titik masalah juga tengah membantah. Untuk ruas tol, masalah tempat diperkirakan akan terjadi di pintu tol yang ada di tengah pembicaraan coba kegiatan proaktif agar tidak diizinkan di satu pintu. “Penambahan rest area juga perlu. Meminta ruas 174 kilometer tidak ada rest area, serta 194 kilometer tidak ada pom bensin. Sementara itu, masalah tempat setelah keluar tol antara lain lampu trafigh cahaya setelah keluar tol, penyempitan jalan, pasar tumpah, U giliran, SPBU, dan restoran, ”pungkas Jenderal Bintang Dua tersebut.

(sm / sw / hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password