Polisi Berhasil Amankan Imigran Sri Lanka Anggota Sindikat Internasional Skimming Pembobol ATM

Tribratanews.polri.go.id. – Kudus. Polisi berhasil meringkus seorang Imigran asal Sri Lanka yang diduga sebagai anggota Organisasi Kriminal Internasional spesialis pembobol ATM dengan modus kejahatan skimming.

 

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, berhasil amankan pelaku, yakni Rasaiah Satheskumar (31) yang tercatat sebagai pencari suaka, setelah hendak berupaya menguras uang nasabah perbankan dengan mengakses sistem elektronik ATM secara ilegal di wilayah Kudus.

 

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengatakan, Polisi berhasil amankan Imigran pencari suaka ini beberapa hari lalu usai hendak membobol ATM. Poliai curiga karena dia berlama-lama di dalam ruang ATM BRI di Kecamatan Mejobo. Polisi bekuk pelaku saat dalam perjalanan mengendarai mobil rental yang disewanya dari Jakarta.

Modus kejahatan kelompok penggasak uang perbankan ini adalah dengan membeli ATM yang sudah digandakan atau di skimming oleh kelompok hacker.  Melalui pemanfaatan kartu ATM palsu tersebut, pelaku bisa leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

 

“Pelaku membawa 26 kartu ATM yang dibelinya dari orang Medan. Pengakuannya sih sudah tiga hari berangkat dari Jakarta. Pelaku menyasar wilayah Pantura terutama mesin ATM sepi yang ada di desa,” Kasat Reskrim Polres Kudus.

Dalam beraksi, pelaku ini tak sendiri. Ia dikendalikan oleh rekannya yang memonitor dari Canada, Amerika Utara. Kasus kejahatan skimming yang melibatkan orang asing ini tercatat baru pertama kali terjadi di Kudus. “Rekannya yang di Canada memberikan kode dan nomor pin secara acak. Pengakuannya pelaku bisa membuka data rekening orang lain, namun gagal tidak bisa menarik uangnya. Pelaku mengaku belum sama sekali menguras uang. Kami masih dalami. Ini sindikat internasional,” ungkap AKP Rismanto.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 46 ayat 1 atau 2 Jo 30 ayat 1 atau 2 UU ITE nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, ancaman hukuman 6 tahun penjara.

 

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password