Polda Maluku Gelar Konfensi Pers Terkait 18 Jerigen Miras Jenis Sopi

Tribratanews.polri.go.id- Ambon. Kepolisian Daerah Maluku menggelar konferensi pers terkait kasus miras tradisional jenis sopi, yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Drs. M. Roem Ohoirat yang didampingi Dir Polairud Polda Maluku Kombes Pol. Amier Supeno, SH., dilaksanakan di ruang kerja Kabid Humas. Senin (06/05/2019).

Dalam kegiatan ini, Kabid Humas menjelaskan bahwa sesuai laporan polisi LP / 04 / III / 2019 / Ditpolairud tanggal 07 Maret 2019 tentang tindak pidana Pangan dan atau TP Membahayakan Nyawa atau Kesehatan Orang, Kamis tanggal 7 Maret 2019 sekitar pukul 14.10 WIT, bertempat di Perairan Desa Eri, Kec. Nusaniwe Kota Ambon, diamankannya 1 Unit Kapal KM CANTIKA LESTARI 77.

Adapun uraian singkat yang dijelaskannya, pada hari Kamis tanggal 7 Maret 2019, Komandan KP.XVI-1010 Ditpolairud Polda Maluku sesuai Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin / 130 / III / 2019 / Ditpolairud tanggal 01 Maret 2019 melakukan patrol rutin gabungan di Perairan Teluk Ambon bersama Kapal Kp XVI-3001 dan anggota Satrolda Dit Polairud Polda Maluku.

Pengungkapan kasus tersebut diawali saat sedang Patroli terlihat Kapal KM CANTIKA LESTARI 77 bergerak lambat memasuki perairan teluk ambon, ketika didekati terlihat ada sebuah Speed boat yang bergerak menghindari Kapal Polisi, kemudian saksi bersama rekan Patroli gabungan mengikuti speed boat tersebut sampai pada posisi3° 43′ 0301″S – 128° 08′ 0654″ E, pada perairan sekitar Desa Eri Teluk Ambon pada pukul 14.10 Wit.

Setelah dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, ditemukan miras tradisional jenis sopi tanpa ijin edar yang diisi didalam jerigen berukuran 30 liter sebanyak 20 jerigen dimana pemilik miras tersebut adalah Sdr. YULIUS YACOB alias BENG, Sdr. DEMIANUS NASKAY alias MON dan Sdr. NATHANIEL RUPIDARA alias NATAN.

Setelah itu penyidik subdit gakkum Dit Polairud Polda Maluku melakuan pemeriksaan terhadap speed boat pengangkut sopi bersama para saksi dan terduga pelaku dibawa ke mako Ditpolairud.

Para pelaku akan di jerat Pasal 142 Jo pasal 91 ayat (1) UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah), dan atau Pasal 204 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password