Polda Jambi Gelar FGD Guna Memberantas Kasus Ilegal Driling dan Membahas Payung Hukum

Tribratanews.polri.go.id. – Jambi. Ilegal Driling kian menjamur dan terbuka. Hal tersebut membuat kepolisian harus ekstra bekerja untuk menumpas dan menutup beberapa sumur bor yang dianggap dapat merusak lingkungan sekitar bahkan merusak hutan yang ada di Provinsi Jambi.

Tangkapan demi tangkapan telah di lakukan oleh polda Jambi, seperti beberapa waktu silam, Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil mengamankan 10 orang yang berperan membawa Minyak mentah hasil ilegal driling, tepatnya pada (12/2/2019) lalu.

 

“Mereka diamankan dikawasa jalan Lintas Tempino – Muara Bulian, Kelurahan Bajubang, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari,” jelas Kanit II Tipidter Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi, AKP Sahlan Umagapi. Selang beberapa waktu, Polda Jambi kembali menangkap para pelaku Ilegal Driling yang terjadi di Provinsi Jambi, (9/4/2019) lalu. Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang yang di duga berperan untuk mengolah minyak mentah dari Ilegal Driling. Ketiga tersangka tersebut ditangkap di Jalan Lintas Tempino Muaro Bulian, Km 60 Desa Kilangan Rt 03, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

 

Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M., mengatakan Polda Jambi telah berhasil mengamankan setidaknya 59 Pelaku ilegal drilling dan telah menutup 225 Sumur Bor, 110 terdapat di Kawasan Sarolangun, 115 terdapat di kawasan Batanghari.

 

Polda Jambi telah melakukan Pertemuan dengan berbagai Instansi terkait, yakni Kemensetneng, SKK Migas, Pertamina EP Jambi, Dinas ESDM Provinsi Jambi, BLHD Provinsi Jambi, Pemda Kabupaten Batanghari, Pemda Muaro Jambi, Pemda Sarolangun, Sekda Provinsi Jambi, Dekan Fakultas Hukum Unja, Dekan Fakultas Hukum Unbari dan juga LSM, guna mencari solusi untuk permasalahan ilegal Driling tersebut, Polda Jambi menggelar FGD yang bertempat di Polda Jambi.

 

“Itu nanti ke depannya akan di buat regulasi payung hukumnya, kalau sekarang masih belum ada payung hukumnya, mudah mudahan nantinya akan ada titik terang,” jelas Wakapolda Jambi. Wakapolda Jambi mengimbau kepada masyarakat agar dapat memberhentikan kegiatan ini, karena melihat beberapa aspek, seperti keselamatan, efek lingkungan, dan azas legalitas.

 

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password