Polisi : Zebra Cross Hak Penyebrang Jalan

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan untuk pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm, menjelang zebra cross masih ditambah lagi dengan larangan parkir agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan.

 

Kendaraan yang berhenti pada zebra cross saat lampu merah menyala termasuk pelanggaran marka jalan. Sanksinya berupa penilangan. Hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 287 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 4 huruf a dan b.

Untuk menghindari pelanggaran marka jalan, sebaiknya para pengguna motor berhenti di RHK. Apa itu RHK ?

 

RHK adalah marka jalan yang dibuat di dekat lampu pengatur lalu lintas (traffic light), sedikit di belakang zebra cross. Biasanya diberi warna dasar merah dan diberi tanda atau gambar sepeda motor berwarna putih.

Marka ini merupakan fasilitas bagi sepeda motor untuk berhenti di persimpangan selama lampu merah menyala. Selain Bekasi, kota-kota lain yang juga membuat RHK antara lain Bandung, Bogor, dan Tangerang.

 

Pihak Kepolisian berharap, para pengendara tetap menghargai hak para pejalan kaki selama berkendara. Karena hal tersebut demi menjaga keamanan dan kenyamanan, tidak hanya untuk pengendara tapi juga untuk pejalan kaki.

 

(fb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password