Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Curanmor Bersenjata Api

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Unit IV Subdit 3 Resmob, Dit Reskrimum, Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan pencuri motor yang kerap beraksi di wilayah Jakarta. Namun karena melakukan perlawanan saat ditangkap, ketujuh pelaku tersebut akhirnya ditembak polisi.

 

Komplotan itu terdiri dari HS (23), AC (25), MB (17), MI (18), IS (23), AK (37) dan A (33). Tersangka HS, AC dan MB melawan saat ditangkap, akhirnya ditembak sehingga meninggal dunia. Sedangkan tersangka lainnya ditembak pada bagian kaki.

 

“Para pelaku secara bersama-sama mencari sasaran sepeda motor yang diparkirkan dalam halaman rumah dengan membawa kunci letter T dan senjata api di wilayah Jakarta dan Tangerang,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., Selasa (30/04/19).

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut komplotan itu sudah beberapa kali beraksi mencuri sepeda motor dan tidak segan-segan melukai korbannya menggunakan senjata api. Aksinya terakhir, komplotan itu mencuri sebanyak 4 motor dalam satu hari pada 27 April lalu di tempat-tempat yang berbeda.

“Apabila ketahuan, para pelaku langsung gunakan senjata api untuk menembak korban atau saksi yang melihatnya dan para pelaku dapat kabur,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya.

 

Setiap pelaku memiliki perannya masing-masing, seperti HS, AC, MB memiliki serta menyimpan senjata api menjadi eksekutor pencurian, tersangka MI, IS mengantarkan motor curian ke penadah yakni AK dan A. Semua pelaku ditangkap polisi di tempat yang berbeda.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan polisi pertama kali menangkap tersangka MI dan IS pada Minggal (28/04/19) di daerah Cipondoh, Tangerang. Setela itu tersangka HS, AC dan MB ditangkap di Bekasi.

 

Dari penangkapan tersebut berkembang ke penadah di daerah Pandeglang, Banten AK dan A. Saat akan dibawa ke Polda Metro Jaya, semua tersangka berusaha melawan dengan merebut senjata api petugas hingga akhrinya polisi menembak semua pelaku.

Atas perbuatanya, para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP, Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951. Para tersangka terancam hukuman penjara hingga 20 tahun kurungan penjara.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password