Polda Sumut Gelar Konferensi Pers Kasus Peredaran Narkoba 14 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Tribratanews.polri – Medan. Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto didampingi Dirnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Henri Marpaung menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional, di RS Bhayangkara, Medan, Senin (29/04/19).

Polda Sumut berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional, Srilanka, Myanmar, Malaysia dan Indonesia dalam kurun waktu 8-28 April 2019.

Petugas terpaksa menembak mati dua Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan bandar narkoba internasional yang hendak menyelundupkan sabu ke wilayah Sumut. Tembakan mati dilepaskan oleh petugas karena pelaku mencoba melawan saat hendak diamankan.

“Kedua warga asing tersebut adalah KPP, WNA asal Malaysia dan S WNA asal India,” terang Kapolda

Kapolda juga menjelaskan, selain WNA  petugas juga meringkus 14 orang warga negara Indonesia yang terlibat jaringan narkoba tersebut. Diantaranya adalah MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, A, IB, Y alias S, M alias A, M, FS, AM, IP, M dan I. “Ke–14 warga Indonesia itu merupakan jaringan narkoba internasional,” jelasnya.

Para tersangka tersebut ditangkap dari sejumlah lokasi berbeda di Sumut, diantaranya di Kompleks Multatuli, Kota Medan, Jalan Gatot Subroto KM 5, Jalan SM Raja, Medan Amplas, Pintu Tol Tebing Tinggi, Tanjung Balai Kota serta Jalan Letjen Suprapto, Medan. “Dari hasil pengungkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 14 kilogram sabu dan berhasil menyelamatkan sekitar 140 ribu orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 pengguna,” tambahnya.

“Kita tidak ragu melakukan tindakan tegas kepada dua pelaku yang berasal dari India dan Malaysia. Tujuannya supaya jaringan mereka tidak lagi berkembang di sini,” tegas Kapolda.

Akibat perbuatannya ke–14 warga Indonesia tersebut telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

 

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password