Polri Telusuri Akun Medsos Penyebar Hoaks Lembaga Survei Pemilu

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim Polri) sedang melakukan profiling terkait pelaku penyebaran berita bohong perihal tuduhan terhadap lembaga survei yang dianggap menyebarkan hasil hitung cepat atau quick count palsu di Pilpres 2019.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menjelaskan tim penyidik sudah menganalisis laporan yang dilayangkan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan Charta Politika beberapa hari lalu.

“Jadi tim kami sudah analisis dan menelusuri jejak digital yang tercecer dari pelaku penyebar hoaks itu. Saat ini sedang didalami,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Minggu (28/4/19).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, MA., dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi. Burhanuddin melaporkan akun yang telah menuduhnya menerima uang Rp 450 miliar untuk mengatur hasil quick count yang memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Sedangkan Yunarto Wijaya melapor ke polisi setelah mendapat beragam teror dari nomor tak dikenal karena dituduh ikut melakukan quick count palsu. Kedua lembaga survei sama-sama dituduh melakukan kecurangan pada saat menampilkan hasil hitung cepat yang hasilnya berbeda dengan hasil real count kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

(my/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password